Laksamana Pertama TNI Edwin, S.H., M.Han. Komandan Puspenerbal

Perwira tinggi TNI AL, dengan bintang satu di pundak ini, sangat peduli dengan kemajuan Gerakan Pramuka, khususnya Satuan Karya Pramuka (Saka) Bahari di Jawa Timur. Beragam program hebat direalisasikannya saat menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Satuan Karya (Kamabisaka) Bahari Jawa Timur tahun 2018-2019.

Dialah Laksamana Pertama (Laksma) TNI Edwin, S.H., M.Han. Kak Edwin kini menjabat sebagai Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal). Kamabisaka Bahari Jawa Timur dijabat oleh Kak Edwin saat dia menjadi Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V di Surabaya.

Di antara program yang direalisasikan oleh Kak Edwin saat menjabat Kamabisaka Bahari Jatim adalah aksi penanaman pohon di Arboretum Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, 15-17/3/2019.

Kak Edwin saat penerimaan penghargaan lencana Panca Warsa di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (7/8/2019)

500 pohon ditanam pada kegiatan yang melibatkan sekitar 500 pramuka Saka Bahari dari Tuban, Madura, Malang Raya, Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo, Gresik, Trenggalek, Surabaya dan Sidoarjo itu.

“Tanam pohon di daerah gunung, di Arboretum yang menjadi sumber mata air Sungai Brantas ini adalah salah satu wujud nyata Saka Bahari menjaga kelestarian laut,” kata pria kelahiran Padang, 2 Agustus 1969 ini. Kak Edwin bersama Perum Jasa Tirta bahkan menggagas program Brantas Tuntas saat itu.

Setahun sebelumnya, Sabtu (21/4/2018), Kak Edwin juga berhasil merealisasikan kegiatan akbar Dive Kartini 2018 di Pantai Pasir Putih, Kabupaten Situbondo. 214 pramuka perempuan menyelam bersama dan mengibarkan bendera merah putih dari dasar laut ke permukaan. Dive Kartini 2018 berhasil memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia.

Kak Laksamana Pertama TNI Edwin pada Dive Kartini 2018 di Pasir Putih, Situbondo, 21/4/2018. 214 wanita penyelam mengikuti kegiatan ini

Lomba Dayung Saka Bahari 2018 juga diwujudkan Kak Edwin di Kali Surabaya pintu air Gunungsari Jalan Karah Surabaya, Sabtu (29/12/2018). Lomba yang tiap tim pesertanya menggunakan 3 ban karet ini melibatkan 20 tim Saka Bahari. Peserta yang terlibat diharuskan mengumpulkan sampah yang ada di sungai. 

Saat masih menjabat sebagai Kamabisaka Bahari Jawa Timur, Kak Edwin merealisasikan Perkemahan dan Penyuluhan Anti Narkoba di Bumi Perkemahan Pulungan, Sedati, Sidoarjo, 21-22/9/2019. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 1000 orang pramuka penegak dari beberapa kota/kabupaten se Jatim.

Menurut Kak Edwin, yang lulusan AAL-37 tahun 1991 ini, Gerakan Pramuka sangat menekankan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda yang sangat penting dalam menyikapi berbagai permasalahan terjadi saat ini. 

Kak Laksma TNI Edwin memimpin penanaman 500 pohon bersama Saka Bahari Jatim di Arboretum Sumber Air Sungai Brantas, Kecamatan Bumiaji, Maret 2019

“Penyalahgunaan narkoba, tawuran, sikap intoleransi hingga penggunaan media sosial yang dipenuhi ujaran kebencian, kabar bohong dan pornografi yang harus ditanggulangi bersama-sama,” tutur Kak Edwin.

Lulusan S2 Magister Pertahanan Universitas Pertahanan Indonesia 2018 ini sudah aktif pramuka saat menjadi peserta didik. Dia bahkan pernah menjadi peserta Jambore Pramuka Daerah Sumatera Barat di Padang saat masih pramuka penggalang SMP. Saat SMA, Kak Edwin remaja juga aktif sebagai anggota saka.

Baginya, aktif pramuka saat menjadi siswa SD hingga SMA membentuknya menjadi pribadi yang mandiri. “Karena bekal ketrampilan hidup saat aktif sebagai anggota pramuka ini membuatnya sangat menikmati proses pendidikan sebagai siswa taruna AAL (Akademi TNI Angkatan Laut),” ujarnya.

Lomba Dayung Saka Bahari Jawa Timur di Kali Surabaya pintu air Karah, 29/12/2018

Alam memberikan banyak pembelajaran bagi Kak Edwin. Kenangan waktu berkemah saat pramuka terus terpatri dalam sanubari Kak Edwin. Kegemaran dekat dengan alam pun terus dilakukan oleh Kak Edwin bersama putrinya. 

“Saya sering mengajak putri saya berkemah,” terangnya. Tenda bahkan kerap kali mengisi bagian belakang mobil Kak Edwin sehingga sewaktu-waktu bisa berkemah bersama keluarganya saat bepergian ke luar kota.

Pengembangan potensi diri menjadi generasi muda menjadi perhatian serius Kak Edwin. Saat menjadi Kamabisaka Bahari Jawa Timur, Kak Edwin selalu meminta seluruh anggota Saka Bahari mengenali potensi diri.

“Ada anggota Saka Bahari yang secara postur tubuh kurang memungkinkan menjadi anggota TNI. Namun, dia sangat mahir menyelam. Saya pun menyarankan dia terus mengasah kemampuan menyelamnya hingga kini ia menjadi penyelam profesional,” tutur Kak Edwin.

Saka Bahari Jatim memprakarsai Dive Kartini 2018. 214 wanita penyelam mengibarkan bendera merah putih dari dasar laut ke permukaan pada Hari Kartini, 21/4/2018

Menyikapi pandemi global Corona Virus Disease 2019 (COVID19), Laksma TNI Edwin juga mengajak pramuka menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya untuk penerapan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. 

“Wabah COVID19 ini menjadi pembelajaran bagi kita untuk lebih menghargai diri sendiri. Ini adalah musuh bersama yang tidak nampak. Pramuka harus menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Kak Edwin, penerbang yang fasih berbahasa Inggris ini.

Sikap bangga menjadi Bangsa Indonesia juga terus digelorakan oleh Kak Edwin. “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bukti sejarah menunjukkan bahwa peradaban bangsa ini sudah sangat maju, bahkan sebelum peradaban di negara-negara maju lainnya,” kata Kak Edwin. 

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Hang Tuah Surabaya ini memberi contoh kemajuan peradaban Bangsa Indonesia ini di antaranya dengan kemegahan Candi Prambanan. Candi yang dibangun pada abad ke-9 itu dibangun sangat presisi dan indah. “Bisa dibuktikannya dengan kemajuan teknologi saat ini, dengan drone,” tambah Kak Edwin. 

Penulis: Rudi Umar Susanto

Penyunting: Mochamad Zamroni 

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *