Pertiwi Eka Putri Handayani, Pejuang 1000 Tanaman Kelor

Masa belajar di rumah selama darurat COVID-19 dimanfaatkan untuk terus aktif dan berkarya oleh anggota pramuka yang satu ini. Karyanya bahkan bisa dirasakan oleh masyarakat Surabaya secara luas. Pertiwi Eka Putri Handayani, namanya. 

Dia anggota pramuka Gugusdepan 13.032 pangkalan SDN Tanah Kalikedinding I Surabaya. Karya yang dilakukan oleh Pertiwi adalah pembibitan tanaman kelor. Jumlah tanamannya tidak tanggung-tanggung, yaitu 1000 tanaman. 

Koran Jawa Pos bahkan beberapa kali mengulas aksi pembibitan tanaman kelor yang dilakukan oleh Pertiwi. 1000 tanaman kelor hasil pembibitan yang dilakukan oleh Pertiwi itu dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

“Saya memberikan tanaman kelor hasil pembibitan yang saya lakukan di rumah. Saya berikan gratis kepada siapapun,” kata Pertiwi, yang menjabat wakil pemimpin salah satu regu di Gugusdepan 13.032 ini. Dia hanya minta tanaman kelor yang diberikan itu dirawat dan dimanfaatkan. 

Pertiwi juga minta kepada para penerima bantuan tanaman kelor itu untuk menginfokan perkembangan tanamnnya. “Saya juga minta supaya sewaktu-waktu diijinkan untuk mengecek tanaman itu sewaktu-waktu,” terang Pertiwi, yang juga penerima penghargaan Eco Student (Elementary) of the Year 2019 dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini ini.  

Selama sekitar 3 bulan masa darurat COVID-19 yang mengharuskannya di rumah saja, Pertiwi tidak pernah membiarkan ada satu hari pun terlewat tanpa melakukan aksi yang berkaitan dengan budidaya tanaman kelor. 

“Minimal yang saya lakukan adalah menyiram dan merawat tanaman kelor yang saya budidaya di rumah,” terang putri kelahiran Surabaya, 14 Juli 2008 ini. Untuk melakukan aksinya ini, dia dibantu oleh kedua orang tuanya.

Pemanfaatan tanaman kelor untuk beragam olahan makanan dan minuman juga sering dilakukan oleh Pertiwi. “Saya biasa mengolah daun tanaman kelor untuk stick kelor, sempol kelor, sayur kelor, teh daun kelor dan minuman kesehatan lainnya,” terang Pertiwi.

Pemilihan proyek budidaya tanaman kelor ini dilakukan oleh Pertiwi bukan tanpa alasan. “Dari buku yang saya baca, tanaman kelor itu bisa mengobati sekitar 1000 penyakit. Di antaranya bisa menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan mata, juga menurunkan resiko penyakit ginjal dan rematik,” terang Pertiwi.

Pembibitan tanaman kelor yang tergolong cukup mudah membuat upaya yang dilakukan oleh Pertiwi. “Saya melakukan pembibitan 1000 tanaman kelor melalui semai biji dan stek dari indukan tanaman di rumah keluarga di Menganti,” terang Pertiwi Eka.

Untuk wadah penyemaian tanaman kelornya, Pertiwi memanfaatkan barang-barang bekas yang sengaja dia kumpulkan dari sekitar tempat tinggalnya.

“Saya memanfaatkan botol dan gelas plastik bekas air mineral dan bekas kemasan deterjen atau softergen untuk wadah pembibitan tanaman kelor ini,” kata Pertiwi Eka Putri Handayani.

Selama budidaya 1000 tanaman kelor dalam 4 bulan terakhir, banyak pengalaman yang didapat oleh Pertiwi. “Saya jadi banyak mengenal orang-orang baru dengan budidaya tanaman ini. Banyak orang yang mendoakan dan mendukung saya,” tutur Pertiwi Eka Putri Handayani.

Namun, Pertiwi pernah juga dianggap seperti seorang sales yang menawarkan barang dagangan ketika mencoba memasuki beberapa rumah orang. “Padahal saya tidak menjualnya. Saya memberi bantuan tanaman kelor gratis itu kepada mereka yang mau menanamnya di pekarangan rumah,” ujarnya.

Dengan membagikan 1000 tanaman kelor hasil pembibitannya ini, Pertiwi berharap bisa berbagi dengan masyarakat pada masa krisis akibat pandemi COVID19 ini. “Tanaman kelor itu bisa mendukung ketahanan pangan dan kesehatan keluarga,” pungkas Pertiwi Eka Putri Handayani.

Penulis: Mochamad Zamroni

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *