Kembali ke Jatidiri Kepramukaan

Ada tiga jenis berkemah, yaitu kemah wisata, kemah kegiatan, dan kemah pendidikan. Kemah wisata biasanya yang dipentingkan wisata ke alam luar yang jarang masak sendiri.  Kemah kegiatan yang dipentingkan hanya kegiatannya di luar tenda dan jarang masak sendiri karena dianggap masak mengganggu kegiatan. Kemah pendidikan itu kegiatannya menggunakan kegiatan di tenda sebagai proses pendidikan dan masak menjadi sarana pendidikan. Gerakan Pramuka selalu menumpukan pada kemah pendidikan secara integratif. Ketiganya mempunyai tujuan masing-masing. Anehnya,  kemah pendidikan mulai disamakan dengan kemah yang lain. Memasak sendiri dianggap merepotkan. Bila perlu, mandi pun dimandikan. Anak dianggap emas yang tidak boleh disentuh karena takut terluka atau tersiksa. Anak akan mengikuti saja dominasi pembina.  […]

Hayyin, Layyin, Qarib dan Sahl Pembina

Bagaimana caranya agar pelatih dan pembina pramuka bersifat seperti berikut? *Hayyin*: Tidak mudah Memaki, Tidak Mudah Melaknat serta Teduh Jiwanya. *Layyin*: Orang yang selalu menginginkan Kebaikan untuk sesama Manusia, Sikapnya Lembut & Santun. *Qarib*: Menyenangkan bagi orang yang diajak Bicara, Bersikap Ramah, Akrab. *Sahl*: Orang yang tidak Mempersulit sesuatu. Selalu ada Solusi bagi setiap Permasalahan. Tentu,  mudah mempunyai wawasan Gerakan Pramuka dan terampil kepramukaan tetapi sulit untuk bersatya darma yang baik dan benar.  Pelatih dan pembina selalulah terus berproses untuk menjadi lebih baik. Bravo pelatih dan pembina pramuka. (Kak Suyatno)

Antara Terbaik dan Lebih Baik

Kata terbaik selalu dipakai dalam kehidupan ini untuk membedakan dengan yang kurang baik,  tidak baik,  atau gagal.  Pembedaan itu melahirkan gesekan yang tajam bahkan berujung saling hujat dan pecat.  Terbaik melambangkan yang bernilai lebih dari yang lainnya. Kata lebih baik selalu mengisi kekurangan atau keberhasilan sebelumnya untuk ditingkatkan. Ada gerak maju dan ada proses yang meningkat.  Lebih baik melihat ke kualitas diri sendiri dibandingkan dengan melihat diri orang lain. Dweck (2017) menyebutkan bahwa terbaik merupakan lambang berpikir tetap sedangkan lebih baik melambangkan berpikir tumbuh.  Orang yang berpikir tetap lebih bertahan pada gengsi diri dan tidak mau kalah dengan orang lain. […]

Tipe Pelatih dan Pembina Pramuka

Dari sisi pengalaman dan kemampuan,  ada tiga tipe pelatih dan pembina pramuka.  Tipe pertama adalah operator.  Tipe ini hanya mempunyai kemampuan menjalankan sebuah tugas yang diberikan kepadanya.  Dia mampu mengoperasionalkan tugas-tugas individu yang dibebankan dengan baik. Tugas adalah tanggung jawab yang harus dituntaskan. Tipe kedua adalah manajer.  Dia sudah melewati tahap operator.  Dia mampu mengelola manajemen dari sebuah tugas atau beberapa tugas.  Mengaitkan,  menghubungkan,  membedakan,  merencanakan,  melaksanakan,  dan mengevaluasi pasti dapat dijalankan dengan hasil benar dan baik. Tipe ketiga adalah leader.  Tipe ini sudah mampu memimpin orang banyak di samping tugas yang dibebankannya.  Dia mampu sebagai operator dan manajer sekaligus.  […]

Kisah-Kisah Sukses

Berkali-kali, terlihat bahwa keberhasilan sebuah usaha direngkuh dari kegigihan yang tiada henti. Kisah sukses seseorang yang sering muncul di media TV, sosial, buku, dan cerita lisan selalu diwarnai oleh kegigihan yang dibangun dari keikhlasan menjalaninya. Kegigihan tersebut terjalani karena kesadaran akan perlunya proses dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Kegigihan dan kesadaran merupakan dua sisi mata uang yang berlangsung secara beriringan. Lihatlah kisah sukses Bu Susi, menteri hebat yang mampu mereformasi dunia perikanan, terurai karena kegigihan yang dijalankan melalui kesadaran diri. Begitu pula, seorang Chairil Tanjung si anak singkong, sukses dengan aneka bisnis dari TV sampai supermarket akibat kegigihan dan kesadaran. […]

Alam Terbuka dan Pramuka

Alam terbuka bagi Pramuka merupakan wahana yang baik untuk mengembangkan kepemimpinan diri menuju kepemimpinan yang unggul. Diri Pramuka akan menjadi operator langkah, manajer situasi, dan leader kondisi yang mampu menjadi modal ketika kelak menghadapi dunia kehidupan. Teruslah berlatih agar mindset Pramuka bertumbuh dan berkembang. (Kak Suyatno)

Ciri Khas Kepramukaan

Ciri khas kepramukaan adalah PDK (prinsip dasar kepramukaan) dan MK (metode kepramukaan) yang dijalankan dengan sungguh-sungguh. Alam terbuka dan learning by doing dipadupadankan secara intensif dengan kemasan yang menarik dan menantang. Ajaklah para Pramuka ke dalam suasana di alam terbuka dan libatkan secara nyata dalam belajar sambil melakukan. Niscaya Pramuka akan kreatif dan inovatif. Selamat membina. #pusdiklatnas

Makan dalam Kepramukaan

Makan bagi peserta didik adalah pembelajaran adab yang berujung pada kemanusiawian. Makan itu proses beretika yang berpayung pada prinsip dasar kepramukaan dan kode kehormatan. Sekaligus, makan harus dijadikan momentum bagi anak untuk mengenali gizi, tatacara, dan proses kbersamaan. Pembina harus disadarkan bahwa posisinya sebagai pendidik sekaligus mitra bagi peserta didik. Pembina perlu ditegur jika menyalahi prosedur membina.