KEDIRI — Saka Bhayangkara Tingkat Cabang Kota Kediri menggelar Musyawarah Saka Bhayangkara dalam rangka pemilihan Dewan Saka Bhayangkara Angkatan XLIV Masa Bakti 2026–2027 di Polsek Kediri Kota, Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah organisasi untuk mengevaluasi dan menyampaikan pertanggungjawaban kepengurusan pada periode sebelumnya, sekaligus menetapkan kepengurusan untuk periode berikutnya. Musyawarah tersebut diikuti oleh anggota Saka Bhayangkara, pengurus Dewan Saka Bhayangkara, Pamong Saka, serta instruktur Saka.
Musyawarah tersebut diikuti oleh 38 anggota Saka Bhayangkara dan 15 pengurus Dewan Saka Bhayangkara. Kegiatan turut dihadiri Kak Aiptu Ony Kristiyan, S.H. selaku Pamong Saka Bhayangkara Kota Kediri yang juga menjabat sebagai Pejabat Sementara Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Regu I Polsek Kediri Kota, serta Kak Agung Martno Hadi. Sementara itu, unsur instruktur Saka yang hadir meliputi Kak Koptu Pom Bambang Setiawan, Kak Sri Romadhoni, dan Kak Ida Setya Rini.
Rangkaian musyawarah diawali dengan penyampaian pertanggungjawaban kepengurusan Dewan Saka Bhayangkara periode sebelumnya. Peserta kemudian diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, pandangan, dan usulan mengenai keberlanjutan kepengurusan Saka Bhayangkara. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan organisasi melalui keterlibatan anggota dalam menyampaikan pendapat dan menentukan arah kepengurusan.
Hasil musyawarah menetapkan susunan Dewan Saka Bhayangkara Angkatan XLIV Masa Bakti 2026–2027 sebagai kepengurusan baru. M. Ardhan Diaz Sabroe dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Saka Bhayangkara, sementara Rizki Alvin Permana ditetapkan sebagai Wakil Ketua. Kepengurusan tersebut selanjutnya bertugas menjalankan roda organisasi sekaligus berperan dalam mendukung keberlanjutan program pembinaan dan kegiatan Saka Bhayangkara di Kota Kediri.
Pemilihan kepengurusan baru menjadi bagian penting dalam mendorong regenerasi kepemimpinan di lingkungan Saka Bhayangkara. Melalui musyawarah, anggota memperoleh pengalaman untuk menyampaikan pendapat, mempertimbangkan usulan, mengambil keputusan bersama, serta memahami tanggung jawab dalam organisasi. Proses tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi anggota untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan secara berkelanjutan.
Musyawarah Saka Bhayangkara kemudian dilanjutkan hingga agenda penutupan yang ditandai dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara tertib sejak awal hingga akhir kegiatan. Setelah kepengurusan baru terbentuk, Dewan Saka Bhayangkara Angkatan XLIV Masa Bakti 2026–2027 diharapkan dapat melanjutkan program pembinaan dan kegiatan organisasi sesuai hasil musyawarah.
Melalui Musyawarah Saka Bhayangkara tersebut, proses regenerasi tidak hanya menghasilkan susunan kepengurusan baru, tetapi juga memberikan pengalaman organisasi kepada anggota dalam membangun kepemimpinan melalui musyawarah. Keberadaan Dewan Saka Bhayangkara Angkatan XLIV Masa Bakti 2026–2027 diharapkan dapat menjaga kesinambungan kegiatan dan pembinaan Saka Bhayangkara di Kota Kediri. Dengan kepemimpinan yang berkelanjutan, anggota Saka Bhayangkara diharapkan terus memiliki ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengembangkan tanggung jawab dalam kegiatan kepramukaan.
Pewarta : Moh. Syukron Makmun
Pusdatin Kwarda Jatim