Surabaya – Gerakan Pramuka Jawa Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp467.000.000,- bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang bersumber dari penggalangan dana Bumbung Kemanusiaan Pramuka Jawa Timur tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar Pramuka terhadap masyarakat yang tertimpa bencana.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada Jumat (2/10/2026) di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI serta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V dan VI Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Penyerahan bantuan tersebut disaksikan Gubernur Jawa Timur bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Secara simbolis, bantuan diterima oleh Drs. Imanuel Ndun, M.Si., Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, dan Joy Johakim Brejon, pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sikka.

Kedua perwakilan tersebut hadir sebagai penerima simbolis bantuan kemanusiaan Pramuka Jawa Timur Peduli NTT untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di kedua kabupaten tersebut.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Gerakan Pramuka terhadap sesama, tanpa dibatasi jarak maupun wilayah.

Menurutnya, semangat kemanusiaan merupakan bagian penting dari nilai-nilai kepramukaan yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Gerakan Pramuka tidak hanya mendidik generasi muda agar memiliki karakter, kedisiplinan, dan keterampilan, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap sesama. Melalui Bumbung Kemanusiaan ini, kami ingin menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan persaudaraan tidak mengenal batas wilayah. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk hadir dan membantu,” ungkap Kak Arum Sabil.

Kak Arum juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka, jajaran kwartir, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pengumpulan dana kemanusiaan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Pramuka Jawa Timur dan masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Bantuan sebesar Rp467 juta ini bukan sekadar angka, melainkan wujud kepedulian, kebersamaan, dan harapan agar saudara-saudara kita di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo dapat segera bangkit dan pulih dari dampak bencana,” tambahnya.

Kak Arum menegaskan, bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Gerakan Pramuka Jawa Timur untuk terus hadir dalam berbagai aksi kemanusiaan. Melalui gerakan Bumbung Kemanusiaan, Pramuka berupaya membangun budaya gotong royong, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Semangat pengabdian Gerakan Pramuka harus tercermin dalam tindakan. Kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Inilah salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Kak Arum menuturkan, melalui penyaluran bantuan ini, Gerakan Pramuka Jawa Timur berharap semangat persaudaraan dan gotong royong dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo untuk bangkit dan pulih pascabencana,” pungkasnya.

Pusdatin Kwarda Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *