Gus Ipul Canangkan Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jatim

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Saifullah Yusuf, atau akrab dipanggil Gus Ipul, mencanangkan Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jatim. Pencanangan tersebut disertai aksi ngebor lubang resapan biopori bersama sekitar 120 orang pimpinan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka kabupaten dan kota se Jawa Timur di halaman Masjid Al Akbar, Kamis 23 Maret 2017 pukul 08.30 WIB.

Dikatakan Gus Ipul, yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur, bahwa lubang resapan biopori ini mempunyai banyak manfaat. “Sumur resapan yang berdiameter 1 meter dan kedalaman 1 meter setara dengan 10 lubang biopori berdiameter 12 cm  dan kedalaman 1 meter,” kata Gus Ipul.

“Untuk membuat 1 sumur resapan harus dengan tukang harganya sekitar Rp 500.000. Untuk membuat lubang biopori bisa dilakukan semua orang dan dimanapun cukup dengan alat bor sederhana yang harganya Rp 175.000 ini dan bisa dipakai membuat ribuan lubang biopori,” kata Gus Ipul.

Dijelaskan oleh Gus Ipul bahwa lubang resapan biopori ini bisa mencegah banjir. “Lubang biopori banyak manfaatnya. Bisa untuk mencegah banjir, mengolah sampah organik menjadi kompos, menabung air untuk masa depan dan meningkatkan kualitas tanah serta lingkungan sekitar,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul ngebor lubang resapan biopori didampingi Pramuka Penggalang dari Gugusdepan pangkalan SMPN 22 Surabaya dan SMPN 36 Surabaya

Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jatim ini juga merupakan implementasi dari darma kedua Pramuka yaitu “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia”, bahwa setiap Pramuka adalah patriot peduli lingkungan, dan bahwa setiap gugusdepan Pramuka diajak mengambil peran aktif dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Sementara itu, aksi nyata peduli lingkungan hidup ini digelar memperingati Hari Air Sedunia sekaligus mengawali pembukaan Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur. Pada aksi ini, masing-masing utusan kwartir cabang Pramuka kabupaten/kota membuat lubang resapan dengan diameter sekitar 12 cm dan kedalaman 1 meter. Lubang resapan yang dibuat itu selanjutnya diisi dengan sampah organik.

Dalam pelaksanaan aksinya, masing-masing tim kwartir cabang Pramuka kabupaten/kota didampingi 1 orang Pramuka Penggalang patriot lingkungan hidup dari gugusdepan Pramuka pangkalan SMPN 22 Surabaya dan SMPN 36 Surabaya.

Ditambahkan oleh Andalan Daerah urusan Lingkungan Hidup Kwarda Jatim Kak Mochamad Zamroni bahwa sampah organik yang diisikan ke dalam lubang menjadi asupan gizi bagi cacing dan biota tanah yang lainnya, sekaligus penambah unsur hara tanah.

“Lubang resapan yang dibuat akan menjadi jalan masuk bagi air hujan agar semakin banyak terserap ke dalam tanah. Lubang resapan biopori juga merupakan salah satu cara jitu mengolah sampah organik menjadi kompos. Setiap 10 lubang resapan biopori bahkan langsung bisa mengolah sedikitnya 1 meter kubik sampah organik tanpa menimbulkan masalah lingkungan hidup yang lainnya,” terang Zamroni yang menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden Republik Indonesia Jokowi pada 2015.

“Setiap 10 lubang resapan biopori yang dibuat bahkan bisa meresapkan sedikitnya 1000 liter air hujan ke dalam tanah setiap kali hujan lebat terjadi,” lanjut Kak Zamroni yang juga Presiden Tunas Hijau ini. Sehingga, kandungan air tanah bisa ditingkatkan dan intrusi atau masuknya air laut ke dalam tanah bisa dicegah. (ron)

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *