Siti Nor Halisa, “Monster Pemakan Sampah” Mengantarnya ke Singapura dan Malaysia

Berawal dari keikutsertaannya pada Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2019 Jawa Timur, pramuka asal Kabupaten Lumajang ini bisa mengunjungi negara Singapura dan Malaysia.

Siti Nor Halisa, namanya. Dia aktif sebagai anggota pramuka di gudep yang berpangkalan di SMAN 02 Lumajang. Dia peserta Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2019 yang dilaksanakan di Kabupaten Situbondo. Pesertanya adalah 1000 orang pramuka penegak dari Kwarcab Situbondo, Lumajang, Jember, Bondowoso dan Banyuwangi.

Mesin Pemakan Sampah karya Siti Nor Halisa

Pada festival wirakarya itu dilaksanakan kegiatan bakti masyarakat berupa pengecatan rumah warga dan sarana umum. Juga dilakukan perbaikan rumah dan penyuluhan pola hidup sehat kepada masyarakat sekitar.

“Terpilih sebagai finalis Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2019, saya membuat teknologi tepat guna bernama Monster Pemakan Sampah. Ini adalah mesin pengumpul sampah plastik sederhana,” kata Siti Nor Halisa, pelajar kelahiran Lumajang,12 Februari 2003.

Melalui teknologi sederhana ini dia berharap bisa menarik perhatian anak-anak supaya peduli terhadap lingkungan sejak dini. “Saya membuat Monster Pemakan Sampah ini dengan semenarik mungkin untuk anak-anak,” ujar Sito Nor Halisa.

Teknologi ini dilengkapi dengan remote control

Dia menjelaskan bahwa teknologi buatannya ini seperti halnya mobil-mobilan. “Kami lengkapi dengan remote control,” terang Siti Nor Halisa, yang tinggal di Desa Jokarto, Krajan Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, RT 001 RW 002.

Teknologi sederhana ini dilengkapi dengan jaring untuk mengumpulkan sampah plastik yang ada saluran air atau sungai. “Karya saya ini bisa mengapung dan juga berjalan. Dilengkapi baling-baling untuk mengapung di permukaan air,” kata Siti Nor Halisa.

Dia menjelaskan bahwa bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat teknologi tepat guna ini adalah pipa air berukuran ½ dim, pipa berbentuk (T) 4 buah, pipa berbentuk (L) 4 buah, tutup pipa berukuran ½ dim 4 buah, dan jaring terbuat dari senar berukuran 50 x 60 cm.

Siti Nor Halisa saat di markas Persekutuan Pengakap Malaysia

Bahan lainnya adalah benang senar, dinamo, lembaran seng, lem pipa air, lem tembak, cat pilox, mobil remote, kabel, kapasitor dan baterai. Alat bantu yang digunakan adalah gergaji pipa, gunting, meteran, solder, dan tembak lem.

Siti Nor Halisa menjelaskan bahwa semakin besar mesin dinamo, maka akan semakin bisa mengangkat beban yang lebih banyak. “Semakin besar ukuran jaringnya, maka semakin banyak pula sampah plastik yang bisa dikumpulkan,” ujar Siti Nor Halisa, yang hobi memasak ini.

Penulis: Mochamad Zamroni

admin

Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan Kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik. Pendidikan Kepramukaan dijalankan dengan menggunakan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Salah satu metode kepramukaan yaitu sistem among dan kiasan dasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *