Kwarda Jatim Peduli, Salurkan Bantuan Ke NTT

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Kwarda Nusa Tenggara Timur pada 18 – 20 Juni 2021

Perwakilan dari Jawa Timur Kak Adie Kurniawan, Kak Amin Fauzi, Kak Armynila Hardianto dan Kak Achmat Maskurochman berangkat pada 18 Juni 2021.

Selain dari Kwarda Jawa Timur, bantuan kemanusiaan berasal dari Bumbung kemanusiaan Kwarcab di Jawa Timur yaitu Kwarcab Kota Blitar, Kwarcab Situbondo, Kwarcab Pasuruan, dan Kwarcab Sumenep. Total bantuan yang disalurkan sebanyak Rp 70.000.000. Dana tersebut dibelanjakan sebanyak 8 Unit Genset kapasitas @ 3.000 watt + instalasi dan 13 tandon air kapasitas @ 2.500 liter beserta instalasinya.

Kak Adie Kurniawan sebagai Ketua Rombongan menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan tersebut adalah bentuk kepedulian dengan sesama manusia.

“Kami hadir untuk membantu meringankan beban saudara kita di lokasi bencana, didukug beberapa Kwarcab di Jawa Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan” ujarnya

Pemberian bantuan dari Kwarda Jatim ini diserahterimakan kepada Ketua Kwarda NTT, Peter Sinun Manuk yang berlangsung di Kantor Kwarda NTT, Sabtu 19 Juni 2021 sore.

Pada kesempatan itu, Ketua Kwarda Pramuka NTT, Kak Peter Sinun Manuk usai menerima bantuan dari Tim Kwarda Jatim mengungkapkan bahwa dirinya maupun keluarga Kwarda NTT sangat bersyukur, suka cita dan senang atas pemberian bantuan tersebut.

“Luangkan waktu jauh-jauh dari Jawa Timur, untuk datang membantu korban terdampak bencana di NTT, khususnya di Kabupaten Lembata,” kata dia.

Kak Peter menyampaikan, pengungsi akibat dampak banjir bandang di kabupaten Lembata, kawan-kawan dari Kwarda Jatim kali ini memberikan bantuannya dan menyasar Kabupaten Lembata yang terdampak Seroja dan banjir bandang terbanyak di Lembata.

“Sesuai dengan data yang saya dapatkan dari Satgas, pengungsi yang saat ini hidup di kebun-kebun maupun di pondok, data terakhirnya sebanyak 1. 931 orang dengan jumlah KK 628 KK,” ungkap dia

Dia mengungkapkan, banyaknya jumlah pengungsi ini hidup saat ini dengan situasi tanpa penerangan sejak 4-5 Februari hingga saat ini.

Selain itu, ada 10 Desa di Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur yang direlokasi. Warga 10 Desa ini tidak berada di kampungnya karena mengalami trauma bertumpang tindih.

Ketua Kwarda Jawa Timur Kak Arum Sabil menyampaikan bahwa Pramuka jatim akan berupaya memberikan perhatian terhadap bencana

“Kami berusaha selalu hadir untuk saudara kita yang terdampak bencana, baik sumbangsih pikiran, dana, maupun tenaga. Salah satu upayanya mendorong Brigade Penolong hadir untuk membantu mereka” ungkapnya

 

Humas Kwarda Jawa Timur

Jalan Raya Kertajaya Indah 77 A Surabaya

www.pramukarek.or.id

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *