Donatur Pertama, Kwarda Jatim Salurkan Bantuan ke NTT

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur. Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Sabtu (19/6/2021). Adapun rincian bantuan yaitu delapan unit genset @3.500 watt, 13 buah tandon @2.500 liter, dan instalasinya.

“Kwarda Jatim ini adalah kwarda yang pertama kali membantu optimalisasi posko kesehatan di Kabupaten Lembata,” papar kak Peter, Ketua Kwarda NTT.

Kabupaten Lembata merupakan salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang kondisinya kekurangan air dan minim listrik. Selain itu, kabupaten ini juga terdampak siklon tropis seroja dan banjir bandang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Satuan Tugas Bencana, terdapat pengungsi sebanyak 1.931 orang dengan 628 KK tinggal di beberapa pondokan tanpa adanya penerangan. Mereka hidup dengan keterbatasan sejak 4 Februari lalu.

Kak Peter Ketua Kwarda NTT, Pada kegiatan penyerahan bantuan kemanusiaan dari Kwarda Jatim

“Terdapat 10 desa di kecamatan Ila Ape dan Ila Ape Timur yang direlokasi, karena trauma tinggi akibat erupsi gunung Ile Lewotolok pada bulan November lalu,” ujar kak Peter.

Belum selesai, lanjutnya, disusul dengan banjir bandang yang memakan korban jiwa luar biasa. Jadi mereka dipulangkan dan dibubarkan dari posko – posko penampungan. Namun, mereka tidak memilih kembali ke kampung.

Informasi dari Satuan Tugas Bencana, gunung Ile Lewotolok masih mengeluarkan dentuman besar setiap hari, sehingga menyebabkan ketakutan luar biasa pada warga. Akhirnya, warga memilih tinggal di beberapa pondok dengan kondisi air, MCK, dan kesehatan yang seadanya.

“Berawal dari flyer yang kami sebar, pramuka Jawa Timur berinisiasi dan komunikasi dengan kami. Tak lama, langsung dieksekusi,” jelas Ketua Kwarda NTT.

Menurutnya, sejak awal sudah mempunyai prinsip bahwa tidak mau diberi uang, namun berupa barang. Kwarda NTT mempunyai konsep ketika rombongan dari Jatim hadir ke NTT langsung melakukan rapat dengan hasil para pengungsi diberikan penerangan. Dengan itu langsung disalurkan 8 unit genset.

Genset tersebut menerangi beberapa titik di 35 wilayah pengungsian. 46 tandon air dengan kapasitas 2.500 liter ditempatkan di 23 titik. Sehingga air dengan kapasitas 5.000 liter dapat mencukupi satu wilayah.

Bantuan kemanusiaan Kwarda Jatim kepada NTT berupa 8 unit genset dan 13 tandon air beserta instalasinya

“Sejak Mei kemarin, Kwarda NTT mulai distribusi air bersih Setiap Rabu, Jumat, dan Sabtu,” ujar kak Peter.

Kami berusaha, lanjutnya, untuk menghimpun energi sekuat mungkin, sehingga distribusi air ini berkelanjutan selama mereka mengungsi. Sementara, kesepakatan Kwarda NTT dan Jawa Timur, membelikan genset beserta kabel-kabelnya untuk penerangan. Selain itu  juga membeli fittingnya dan lampu untuk dipasang instalasi.

“Sebagai pertanggungjawaban kepada Kwarda Jatim, kami kirimkan kapal feri dan kami susul ke sana dengan harapan teman-teman Kwarda Jatim sudah berikan genset dan menyala,” paparnya.

Tiap titik genset itu dilengkapi dengan terminal-terminal yang banyak lubang, sehingga masyarakat bisa mencarger Hand Phone nya. Karena Hand Phone mereka berfungsi sebagai senter dan untuk komunikasi.

Sebanyak 13 unit tandon air dengan kapasitas 2.500 liter bantuan Kwarda Jatim sangat membantu memenuhi kebutuhan air di lokasi. Selain itu, Kwarda Jatim juga menyalurkan bantuan pipa dan kran agar masyarakat lebih mudah dalam mengakses air bersih.

“Pramuka punya kekuatan persaudaraan yang luar biasa. Kalau satu sakit, semua sakit. Saat kami sakit, Pramuka Jawa Timur juga turut membantu,” ujar kak Peter.

Penyerahan bantuan 13 buah tandon air beserta instalasinya, simbolis piagam diserahkan oleh Kak Adie Kurniawan kepada Kak Peter Ka Kwarda NTT

Kami mengucapkan terima kasih kepada Kwarda Jatim, lanjutnya, apabila ada energi dari kwarda lain yang bisa mengikuti langkah yang sudah diambil oleh Kwarda Jatim akan kami terima dengan baik, karena hingga sekarang masih banyak kekurangan.

Sementara persoalan berikutnya adalah kesehatan. Pihak Kwarda NTT bersama Tim Kwarda Jawa Timur berinisiatif mendirikan posko yang sudah ada menjadi Puskesmas lapangan pengusi Lembata.

“Pelayanan posko kesehatan dilaksanakan sampai malam, karena minimnya energi dan fasilitas yang tersedia di sana,” tandas kak Peter.

Sementara, kak Arum Sabil, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas pergerakan yang sigap dan cepat yang dilakukan oleh Tim Pramuka Jawa Timur.

Kak Arum Sabil Ketua Kwarda Jatim berikan kesan atas kiprah bakti Pramuka Jawa Timur

“Terima kasih Pramuka Jatim yang telah menyukseskan penyaluran bantuan ke NTT. Semoga bencana saudara-saudara kita di NTT segara pulih,” pungkasnya.

 

Wartawan : Achmat Maskurochman Humas Kwarda Jatim

Penulis : Silvi Nuryana Jurnalis Kwarda Jatim

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *