ARTIKEL PRAMUKAKWARTIR CABANGSAKATERBARU

Saka Bahari Gresik dalam Aksi Pengiat Lingkungan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, di SOR PT. Petrokimia Gresik

Saka Bahari Gresik

Saka Bahari Gresik dalam Aksi Pengiat Lingkungan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, di SOR PT. Petrokimia Gresik

Saka Bahari Gresik – Pameran Aksi Pengiat Peduli Lingkungan dan Cagar Budaya oleh Saka Bahari Cabang Gresik pada tanggal 21 Juli 2022. Berlokasi di SOR (Sarana Olah Raga) PT. Petrokimia Gresik di Stand VIP Blok C no.12 berjalan sangat antusias, berlangsung Kamis (21/07/2022).

Dihadiri oleh Kak Achmad Sulthon Muchtarom, S. H, Ketua Harian Saka Bahari Cabang Gresik dan Kak Imam Suyudi, S. Pd. Wakil Ketua Harian Saka Bahari Cabang Gresik, pameran Saka Bahari Gresik kali ini terbagi menjadi 2 tim petugas pelaksana aksi, yakni sesi. 1 siang dan sesi.2 malam.

Dimotori oleh Dewan Saka Bahari Cabang Gresik pelaksanaan pameran dilaksanakan dengan pembagian tugas menjadi 2 tim pelaksana aksi, tim pertama dengan koordinator aksi Kak Mahathir Muhammad Munir Ketua Dewan Saka Bahari Gresik dan Kak Afriza Naufal Maulana Pemangku Adat Dewan Saka Bahari Gresik beserta Krida Jasa dan Krida Reksa bertugas pada sesi.1 (siang – petang) mulai pukul 15.00 s/d 18.00 WIB dan Kak Rochmatun Nazidah Sekretaris Dewan Saka Bahari Gresik dan Kak Agnes Widya Sa’adah Bendahara Dewan Saka Bahari Gresik beserta Krida Wisata dan Krida Sumber Daya bertugas pada sesi.2 (petang – malam) mulai pukul 18.00 s/d 21.00 WIB.

Mengusung tema lingkungan “Save the Environmet and Culture Heritage” (Selamatkan Lingkungan dan Cagar Budaya), dengan menargetkan sosialisasi bagi pengunjung yang berstatus pelajar usia penggalang dan penegak terkait pemahaman akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan cagar budaya, yakni menjaga kelestarian hutan bakau dan mangrove di Kabupaten Gresik, khususnya memperhatikan dan menjaga kelestarian Benteng Lodewijk Ruins di Mengare kecamatan Bungah yang mulai terlupakan dan mengalami abrasi yang hebat akibat hantaman ombak selat Madura.

Kak Achmad Washil Miftahul Rachman, M.T. Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik turut serta hadir untuk memberi semangat kepada Dewan Saka Bahari Cabang Gresik yang bertugas pada saat kegiatan pameran.

Hadir pula Kak Umayah koordinator masa Aksi Pengiat Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, terpantau turut serta hadir dilokasi stand pameran untuk memotivasi dan memberi semangat kepada panitia Dewan Saka Bahari Cabang Gresik.

Tak lupa Kak Achmad Sulthon Muchtarom, S. H., selaku Andalan Saka Bahari Kwarcab Gresik dalam kesempatan pameran kali ini juga sedikit bercerita,

“bahwa Benteng Lodewijk Ruins di Mengare (disisi utama Wisata Pantai Exotic Mengare) ialah satu – satunya benteng laut yang dibangun oleh Gubernur Jendral Herman Willem Daendles di Nusantara, yang mana Daendles juga diperintahkan untuk membangun Benteng Merak (Jawa Barat) namun tidak pernah terselesaikan,

nama Benteng Lodewijk diambil dari nama Raja Belanda untuk menghormati orang yang menunjuk Daendles sebagai Gubernur Jendral, kata Ruins berasal dari perubahan kata Louis, Louis sendiri berasal dari nama Raja Perancis, karena pada masa itu Kerajaan Belanda dikuasai oleh Kerajaan Perancis,

Dan kak Sulthan (nama panggilan akrab beliau) juga menambahkan, bahwa Situs Sejarah Benteng Lodewijk Ruins sangat erat dengan Kadipaten Giri Kedaton (nama Kadipaten sebelum menjadi Kabupaten Gresik) yang mana Giri Kedaton dikenal sebagai Kota Bandar yang banyak dikunjungi oleh pedagang dari Cina, Arab, Gujarat, Kalkuta, Siam, Bengali, Campa bahkan hingga pedagang dari Eropa”.

Kak Sulthan juga berharap, “pertingnya peran serta dan sinergi semua pihak untuk turut serta mengambil peran dan aksi nyata dalam menjaga, melestarikan dan merawat Benteng tersebut, khususnya instansi terkait,

yang mana kini Benteng Lodewijk Ruins mulai sudah tak berbentuk karena terlupakan masyarakat Gresik, tetapi lebih terlambat daripada tidak sama sekali, mengingat Benteng Lodewijk Ruins tersebut adalah satu – satunya Benteng peninggalan Hindia Belanda di Nusantara yang wajib kita jaga bersama, dengan harapan anak cucu kita (khususnya pemuda Kab. Gresik) kelak tau dan tidak kehilangan nilai dan cerita sejarah tentang kebesaran cerita maritim Nusantara khususnya pemuda dan masyarakat Kabupaten Gresik”, imbuhnya.

What's your reaction?

Related Posts

1 of 14

Leave A Reply

Your email address will not be published.