Pramukarek.or.id — Tali-temali tampak sibuk berpindah tangan di halaman SMK Darussalam, Sabtu (24/1). Sebanyak 76 Pramuka dari berbagai pangkalan berkumpul dalam latihan gabungan untuk belajar pionering, mulai dari mengenal simpul hingga merangkai kaki tiga untuk tiang bendera.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB itu diawali apel pembukaan yang dipimpin Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus). Dalam sambutannya, Kamabigus mengajak peserta tidak menjadikan Pramuka sekadar kegiatan pengisi waktu luang.
“Pramuka adalah wadah untuk belajar konsisten, membangun karakter, dan meningkatkan keterampilan,” ujar Kak Mukhamad Mukhlis, M.Pd.I di hadapan peserta.
Usai apel, suasana mencair lewat sesi ice breaking. Para peserta kemudian dibagi dalam beberapa regu. Mereka yang semula belum saling mengenal mulai berbaur, bekerja sama, dan saling membantu mengikat tali serta menegakkan tongkat.
Materi utama latihan gabungan tersebut adalah pionering. Peserta mendapat pembekalan teori singkat sebelum mempraktikkan pembuatan pionering kaki tiga untuk tiang bendera selama sekitar satu jam. Di sudut lapangan, terlihat beberapa peserta masih mencoba menghafal simpul, sementara yang lain sudah mulai menyusun rangka pionering.
Pada sesi penutup, peserta menyampaikan kesan dan pesan. Banyak di antara mereka mengaku baru pertama kali memahami secara runtut cara membuat pionering kaki tiga.
“Biasanya cuma lihat kakak kelas. Sekarang jadi tahu simpul apa yang dipakai dan urutannya,” ujar salah satu peserta.
Panitia menyebut latihan gabungan ini ditujukan bagi anggota Pramuka yang masih awam agar lebih mengenal dunia kepramukaan. Hasilnya, peserta yang sebelumnya belum memahami teknik pionering kini mampu mengenali simpul yang digunakan serta mempraktikkan langkah-langkah pembuatannya.
Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan antarpangkalan. Sejumlah peserta berharap latihan gabungan serupa dapat digelar lebih lama.
“Seru, bisa kenal teman baru dan langsung praktik,” kata Kak Lala dari SMA Wachid Hasyim 2 Taman.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Pramuka SMK Darussalam, tetapi juga dari SMK YPM 3 Taman, SMK YPM 5 Sukodono, serta SMA Wachid Hasyim 2 Taman. Diharapkan melalui kegiatan latihan gabungan ini dapat terus terjalin berbagi pengetahuan dan penerapan prinsip Penegak, yaitu Dari, Oleh, dan Untuk.
Melalui latihan gabungan tersebut, SMK Darussalam berharap Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter, kemandirian, dan kerja sama bagi generasi muda.
Pusdatin Kwarda Jatim