Ponorogo – Senyum seorang lansia asal Ponorogo, Mbah Sayembara, saat rumah sederhananya dikunjungi oleh Tim Survei RTLH Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur pada Rabu, 11 Juni 2025. Di usia senjanya yang sudah tidak lagi mampu bekerja, Mbah Sayem tak pernah menyangka bahwa rumah yang ditinggalinya selama puluhan tahun kini masuk dalam daftar penerima bantuan pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka Perkemahan Wirakarya 2025.
Mbah Sayem hidup seorang diri dalam kondisi serba terbatas. Rumahnya berdinding anyaman bambu yang telah lapuk, atap banyak bocor, dan lantainya masih berupa tanah. Tidak ada kamar mandi layak, dapur pun sangat sederhana. Selama ini, kebutuhan sehari-hari ditopang dari belas kasih tetangga dan keluarga jauh.
Saat tim dari Kwarda Jatim bersama perwakilan Kwartir Cabang Ponorogo, pemerintah desa, konsultan pembangunan, dan tim teknis melakukan peninjauan, mereka langsung merekomendasikan rumah Mbah Sayem sebagai prioritas untuk pemugaran. Kelayakan bantuan tidak hanya dilihat dari kondisi bangunan, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial ekonomi penerima.
Program pemugaran rumah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Perkemahan Wirakarya 2025 yang akan berlangsung pada Juni–Juli 2025, dan menargetkan 143 rumah tidak layak huni di seluruh Jawa Timur untuk direnovasi secara menyeluruh.
Selain itu, kwartir cabang dan kwartir ranting di masing-masing daerah juga akan menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial seperti cek kesehatan gratis, donor darah, bersih-bersih lingkungan, bersih fasilitas umum, dan Pramuka Mengajar. Ratusan Pramuka Penegak dan Pandega akan dilibatkan dalam seluruh rangkaian kegiatan sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.
Gerakan Pramuka melalui Perkemahan Wirakarya tak hanya membina karakter generasi muda, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi warga, seperti yang dirasakan oleh Mbah Sayem. Di masa tuanya, beliau akhirnya mendapat tempat tinggal yang lebih layak, berkat sinergi dan kepedulian lintas elemen yang diikat oleh semangat gotong royong.