Nganjuk, Catatan Ketiga Hari Pahlawan — Perjalanan hidup Mukhlas Arisona menjadi potret nyata tentang arti ketekunan dan kerja keras tanpa batas. Sosok muda asal Kabupaten Nganjuk ini membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai, dan tidak ada alasan untuk berhenti berproses. Dari langkah pertamanya di barisan Pramuka hingga kini menjadi seorang dosen dan penggerak masyarakat, Mukhlas menapaki setiap fase dengan semangat pengabdian dan komitmen kuat pada pendidikan serta sosial kemasyarakatan.
Mukhlas baru mengenal dunia Pramuka ketika duduk di kelas 2 SMK, saat sebagian besar temannya telah lebih dulu aktif sejak kelas 1. Namun, keterlambatan itu tidak membuatnya tertinggal. Justru dari situ, tekadnya untuk belajar dan berperan tumbuh semakin besar. Ia menempuh perjalanan panjang hingga dipercaya menjadi Sekretaris Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Nganjuk periode 2018–2023.
Dalam masa baktinya, Mukhlas dikenal sebagai sosok yang teliti, komunikatif, dan bertanggung jawab. Ia turut berperan dalam berbagai kegiatan besar kepanduan tingkat cabang, serta menjadi penggerak dalam pembinaan penegak dan pandega. Bagi Mukhlas, Pramuka bukan hanya organisasi, melainkan tempat belajar kehidupan, di mana disiplin, kepemimpinan, dan kepedulian tumbuh secara alami.
Menempuh Pendidikan dengan Tekad dan Kesederhanaan
Setelah masa pengabdiannya di DKC, Mukhlas melanjutkan pendidikan tinggi di UPDN Nganjuk untuk jenjang S1, dan kemudian menempuh Magister (S2) di Universitas Islam Malang (Unisma). Yang membuat perjalanan ini luar biasa, ia menyelesaikan kuliahnya sambil berjualan tempe untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Kisah sederhana namun inspiratif itu menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal batas keadaan. Ketekunan dan kesabaran membawanya menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang pascasarjana dengan penuh kebanggaan. Kini, Mukhlas kembali mengabdi di almamaternya sebagai dosen di UPDN Nganjuk, membimbing generasi muda agar memiliki wawasan luas, mental tangguh, dan karakter kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai pengabdian.
Mengabdi Melalui Berbagai Ruang
Tak hanya aktif di dunia pendidikan, Mukhlas juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan daerah. Ia mengembang amanah sebagai Pendamping Desa dan turut mengelola MBG (Makan Bergizi Gratis) serta sejumlah program pemerintah yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Di luar kampus, ia berkiprah sebagai anggota aktif organisasi kemasyarakatan GP Ansor, tempat ia terus mengamalkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kepemudaan.
Bagi Mukhlas, pengabdian bukan hanya dilakukan di ruang kelas atau forum formal, melainkan di mana pun masyarakat membutuhkan tenaga dan pikirannya. “Kita tidak harus menjadi hebat untuk memulai, tapi kita harus berani memulai agar menjadi hebat,” ujarnya dalam salah satu kesempatan berbagi motivasi kepada mahasiswa.
Kini, ia bukan hanya seorang pendidik, tetapi juga inspirasi bagi banyak pemuda di Kabupaten Nganjuk—bahwa kesederhanaan dan ketulusan dapat melahirkan pengabdian yang besar bagi bangsa dan daerah.
Penulis: Ka Fatauhi