Kelompok Dewan Pasukan Penggalang SMP Negeri 63 Surabaya telah melaksanakan kegiatan yang berfokus pada penanaman bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bagian dari komitmen “Hijaukan Lingkungan Gugus Depan.” Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas greenhouse sekolah serta menumbuhkan kesadaran ekologis di lingkungan SMP Negeri 63 Surabaya. Dalam suasana penuh semangat, seluruh anggota secara aktif menanam berbagai jenis bibit TOGA dan tanaman produktif lainnya menggunakan polybag kecil untuk mempermudah proses pertumbuhan dan pemeliharaan. Area greenhouse sekolah pun secara bertahap berubah menjadi kawasan hijau yang fungsional dan asri.
Pihak sekolah memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para anggota Dewan Pasukan Penggalang. Kepala sekolah, Bapak Wahyono, S.Pd., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan menanam fisik, namun juga upaya menanamkan rasa cinta, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Beliau berharap kegiatan ini dapat berkesinambungan dan menginspirasi peserta didik lainnya untuk turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan sehat. Sementara itu, Koordinator Kesiswaan, Ibu Dyah Asmara Dewi Sinta, S.Pd., menyampaikan bahwa aksi penanaman ini merupakan “laboratorium hidup” bagi siswa, di mana mereka dapat belajar teori ekologi sekaligus mengasah keterampilan praktis bercocok tanam. Kegiatan ini dinilai selaras dengan visi Surabaya sebagai Smart City yang peduli lingkungan.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika para anggota Dewan Pasukan Penggalang merasakan dampak langsung dari kegiatan ini. Salah satu perwakilan peserta, Verina Rizky Zeanita, mengungkapkan kebanggaannya karena dapat berkontribusi dalam gerakan penghijauan melalui penanaman TOGA yang tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menyediakan sumber daya alami yang bermanfaat bagi kesehatan warga sekolah. Ibu Wahyu Aprilianti, S.Pd., selaku Pembina Gugus Depan, menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai dalam Dasa Dharma Pramuka, terutama poin tentang cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan para penggalang adalah modal utama menuju sekolah Adiwiyata.
Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, sehat, dan nyaman. Melalui sinergi antara sekolah, peserta didik, dan komunitas, greenhouse SMP Negeri 63 Surabaya diharapkan dapat berkembang menjadi pusat studi mini yang dapat dikunjungi gugus depan lain sebagai model praktik baik pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi siswa. Tujuan jangka panjang kegiatan ini adalah membentuk sekolah yang tidak hanya menjadi pusat edukasi, tetapi juga ruang hijau yang memberikan manfaat ekologis bagi kota dan menginspirasi gerakan serupa di daerah lain.
Oleh: Dewan Pasukan Penggalang SMP Negeri 63 Surabaya