Home » Pramuka Brigade Penolong 13.14 Pasuruan Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana di SMAN 1 Gondangwetan

Pramuka Brigade Penolong 13.14 Pasuruan Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana di SMAN 1 Gondangwetan

by Kwarda Jatim
0 comments

Pasuruan – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Pramuka Brigade Penolong 13.14 Kwarcab Pasuruan, Kwarda Jawa Timur menggelar latihan simulasi tanggap bencana pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan dipusatkan di SMAN 1 Gondangwetan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Simulasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kwartir Nasional agar seluruh satuan Brigade Penolong di daerah aktif meningkatkan kapasitas anggota. Ketua BP 13.14 Kwarcab Pasuruan, Dedy Kurniawan, menegaskan bahwa setiap anggota wajib memahami tugas dan tanggung jawab yang telah dibagi. “Ini perintah langsung dari atas. Kita harus siap siaga, bukan hanya hafal teori tapi juga terampil di lapangan,” ujarnya saat memimpin briefing.

Materi utama simulasi disampaikan oleh Kak Imron Rosyadi yang menekankan pentingnya mitigasi berbasis geografis sekolah. Peserta dibekali pemahaman tentang langkah antisipasi gempa bumi dan banjir, dua potensi bencana yang rawan terjadi di wilayah Gondangwetan. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh anggota BP 13.14 maupun siswa.

Sesi paling menarik perhatian adalah praktik evakuasi korban. Anggota BP 13.14 bersama siswa SMAN 1 Gondangwetan dilatih mengevakuasi korban luka-luka hingga korban meninggal dunia. Teknik evakuasi dilakukan dengan dua metode: menggunakan tandu dan tanpa tandu, menyesuaikan kondisi darurat di lapangan.

Selain evakuasi, simulasi juga mencakup penentuan titik kumpul aman. Seluruh peserta diajak memetakan jalur evakuasi tercepat di lingkungan sekolah dan menyepakati lokasi titik kumpul jika bencana terjadi. Hal ini bertujuan meminimalisir kepanikan dan mempercepat proses penyelamatan warga sekolah.

Kegiatan ini diikuti total 49 peserta yang terdiri dari 17 anggota BP 13.14 Kwarcab Pasuruan, 30 siswa SMAN 1 Gondangwetan, serta 2 Pembina Pramuka dari sekolah tersebut. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang simulasi, terutama saat praktik langsung di lapangan sekolah.

Dedy Kurniawan berharap kegiatan ini menjadi bekal nyata bagi anggota BP 13.14 dan siswa. “Pramuka harus jadi garda terdepan saat masyarakat membutuhkan. Salam Pramuka, Salam Tangguh bukan hanya slogan, tapi harus kita buktikan dengan aksi nyata,” tegasnya.

Dengan terlaksananya simulasi ini, BP 13.14 Kwarcab Pasuruan menegaskan komitmen Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam mendukung program pengurangan risiko bencana. Kolaborasi bersama sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tanggap, terampil, dan siap menjadi relawan kemanusiaan di lingkungannya.

Pusdatin Kwarda Jatim

You may also like

Leave a Comment