Nganjuk, Catatan Kedua Hari Pahlawan — Perjalanan hidup Alik Prasetiyo menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari proses pembentukan jati diri. Sosok muda asal Kabupaten Nganjuk ini menunjukkan bahwa ketekunan, semangat belajar, dan nilai-nilai Gerakan Pramuka dapat menjadi pondasi kuat untuk tumbuh menjadi pemimpin di era modern.
Sejak masa remaja, Alik tidak menapaki jalan yang mudah. Ia berkali-kali menghadapi kegagalan dalam pendidikan, organisasi, maupun pencarian arah karier. Namun di balik setiap keterpurukan, ada satu hal yang selalu menjadi penuntun langkahnya—Pramuka. Baginya, Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan kawah candradimuka yang menempanya menjadi pribadi tangguh, berani, dan berkarakter.
Dalam perjalanannya, Alik mengikuti berbagai pelatihan dan pendidikan kepanduan seperti LPK/KPDK Pramuka, pelatihan SAR dan penanggulangan bencana, serta kegiatan penguatan karakter dan kepemimpinan lainnya. Dari pengalaman tersebut, ia belajar tentang arti keteguhan, kerja sama, dan kepemimpinan yang berlandaskan empati.
Selain aktif di tingkat pelatihan, Alik juga mengemban berbagai amanah organisasi di lingkungan Gerakan Pramuka Kabupaten Nganjuk, di antaranya:
– Dewan Kerja Cabang (DKC) 2018 PAW – 2020, tempat ia memimpin dan mengelola kegiatan besar bagi penegak dan pandega se-Kabupaten Nganjuk.
– Brigade Penolong 13.18, wadah relawan Pramuka yang bergerak dalam bidang kemanusiaan dan kebencanaan, tempat ia belajar sigap, peduli, dan tangguh dalam menghadapi tekanan.
– Pembina Pramuka SMPN 1 Berbek, Koordinator Satuan Karya Wirakartika Koramil Gondang, yang memperkuat perannya sebagai pemimpin lapangan sekaligus pembina remaja.
Semua pengalaman itu menjadi bekal berharga yang membentuk kepribadian Alik: disiplin, tegas, dan empatik—nilai-nilai yang kemudian ia bawa ke dunia profesional.
Dari Lapangan ke Dunia Digital
Perjalanan hidup membawa Alik ke ranah baru: dunia digital dan teknologi. Dengan semangat pantang menyerah dan jiwa kepemimpinan yang telah terasah melalui Pramuka, ia kini menjabat sebagai Manajer di Omah Digital, sebuah perusahaan layanan dan produk digital yang ia rintis di Kabupaten Nganjuk.
Disiplin yang dulu diasah di lapangan kini ia terapkan dalam mengelola tim. Ketahanan mental yang dibangun dari kegiatan Pramuka ia bawa ke dunia bisnis yang dinamis dan penuh tantangan. Sementara semangat gotong royong dari Brigade Penolong ia wujudkan dalam budaya kerja yang kolaboratif dan saling menghargai.
“Setiap pengalaman, setiap rasa sakit, dan setiap kebahagiaan yang dilalui mengubah peta batin seseorang. Kita bukan versi kemarin; kita terus tumbuh, dan di sanalah keindahannya yang wajib kita syukuri,” ujar Alik saat berbagi refleksi perjalanan hidupnya.
Mengabdi Tanpa Henti
Meski telah berkiprah di dunia profesional modern, Alik tidak meninggalkan akar perjuangannya di Pramuka. Ia tetap aktif membina generasi muda dan kini mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Satuan Karya Kencana Kabupaten Nganjuk. Di bawah kepemimpinannya, Saka Kencana mengalami perkembangan signifikan dengan berbagai kegiatan edukatif, produktif, dan sosial yang menyentuh masyarakat luas. “Perjuangan hari ini bukan lagi tentang kompetisi pribadi, tetapi tentang kontribusi nyata. Kita bisa mengabdi di bidang apa pun, asal semangatnya tetap: Berkarya & Berbakti tanpa henti,” tegasnya.
Melalui kisah hidupnya, Alik Prasetiyo menjadi teladan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Dari tanah lapangan Pramuka hingga ruang rapat digital, ia membuktikan bahwa karakter, disiplin, dan semangat pengabdian akan selalu relevan di setiap zaman.
Penulis: Ka Fatauhi