Pramukarek.or.id – Gugusdepan SMP Negeri 3 Banyuwangi berhasil mencuri perhatian pada ajang Community and Food Day (CFD) yang digelar di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Minggu (21/9/2025). Mereka menggelar Pameran Produk Wirausaha Lingkungan Hidup yang dikemas unik oleh 13 anggota Pramuka Penggalang.
Sebanyak 12 produk kreatif dipamerkan, mulai dari bakso jackfruit pencegah anemia, minuman Temuluh (temulawak belimbing wuluh), tahu tole, dll. hingga pupuk organik dan ecoenzim hasil daur ulang limbah. Pameran ini tidak hanya menampilkan kuliner sehat dan ramah lingkungan, tetapi juga memberikan edukasi tentang manfaat kesehatan dan pentingnya pengelolaan lingkungan kepada pengunjung.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi, Kak Mujiono, memberikan apresiasi tinggi. “Inovasi ini menunjukkan kreativitas adik-adik Pramuka dalam memadukan hasil pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan menjadi produk bermanfaat. Sisa limbahnya pun diolah menjadi pupuk organik dan ecoenzim. Semoga kegiatan ini menjadi contoh bagi gudep lain untuk mempersiapkan generasi emas 2045,” katanya.
Pembina Gudep SMPN 3 Banyuwangi, Kak Wiwin Winarso, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana nyata untuk melatih keterampilan wirausaha sekaligus membangun karakter. “Anak-anak belajar berinisiatif, bekerja sama, mengambil keputusan, hingga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum pameran berlangsung, peserta telah mendapatkan pelatihan kewirausahaan, pendampingan pembuatan produk ramah lingkungan, serta pembiasaan disiplin dan tanggung jawab. “Saya bangga karena inovasi mereka lahir dari permasalahan lingkungan sekitar, sehingga bukan hanya bernilai ekonomi tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tambah Kak Win.
Dirga, Salah satu peserta mengaku bangga bisa ikut serta. “Kami memilih konsep kuliner sehat dan produk ramah lingkungan untuk mengurangi sampah sekaligus melatih kreativitas. Tantangan terbesarnya adalah membuat produk agar menarik dan layak jual. Dari sini saya belajar mengenai kerja sama, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.(M.C. Huda/Kwarcab Banyuwangi)
Pusdatin Kwarda Jatim