Di tengah hiruk-pikuk program lingkungan nasional, pangkalan SDN 2 Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tampil mencuri perhatian dengan aksi nyata peduli iklim yang luar biasa. Sejak 01 November hingga 30 November 2025, 25 siswa/siswi penggalang bersama Bapak/Ibu guru dan kakak pembina Pramuka menggelar rangkaian kegiatan inovatif di halaman sekolah tercinta mereka. Di bawah naungan Lomba Aksi Iklim Gudep Jatim 2025 yang diselenggarakan Kwarda Jatim, tim ini tidak hanya berpartisipasi, tapi benar-benar merevolusi lingkungan sekolah menjadi hijau, mandiri, dan produktif.
Bayangkan siswa-siswa cilik dengan tangan lincah memulai perjalanan hijau mereka pada 01 November dengan pembibitan tanaman dan mencangkok tanaman, dilanjutkan pembuatan kandang kelinci ramah lingkungan serta pembibitan tanaman palm yang bernilai ekonomi tinggi. Tak berhenti di situ, kemudian mereka juga menanam pohon megah mendukung program Adiwiyata, diikuti penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang siap jadi apotek hidup sekolah. “Kami ingin sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga laboratorium hidup alam dan mendukung sekolah Adiwiyata yang sudah diimplementasikan sebelumnya,” ujar salah satu kakak pembina yang penuh semangat.
Bagian paling seru datang saat mereka menerapkan ilmu resapan air dengan perawatan lubang biopori, membersihkan mulut lubang dari sampah anorganik sambil menabur sampah organik seperti daun kering untuk jadi kompos alami. Inovasi greywater juga tak ketinggalan, air bekas cuci tangan dan wudhu ditampung dalam galon bekas untuk irigasi tanaman, sementara air hujan disimpan sistematis guna antisipasi musim kemarau. Membersihkan selokan, kolam ikan, merawat keran anti-bocor, dan menyapu kinclong kamar mandi menjadi rutinitas harian yang mengubah wajah sekolah dari biasa menjadi luar biasa.
Kreativitas siswa meledak saat memilah sampah anorganik botol plastik, kaleng, kertas karton yang langsung dijual ke tukang rosok; hasilnya jadi dana sekolah untuk beli bibit baru! Tak hanya itu, plastik bekas bertransformasi jadi baju unik ala haute couture daur ulang, bunga mekar palsu yang memukau, sementara tali bekas teranyam indah dalam kerajinan makrame berupa tempat gantung tanaman dan hiasan dinding. Slogan hemat energi seperti “Hemat Energi, Sejahtera Esok Hari” dan slogan lain mengenai hemat energi terpampang gagah di setiap sudut, mengingatkan semua bahwa energi terbatas harus dijaga.
Mengapa semua ini dilakukan? Karena SDN 2 Karangan paham betul, perubahan iklim bukan ancaman masa depan, tapi tantangan hari ini yang harus dijawab anak-anak pintar mereka. Kegiatan ini mewujudkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara total, mendukung SDGs nomor 13 (Aksi Iklim), 12 (Konsumsi Bertanggung Jawab), dan 4 (Pendidikan Berkualitas). Bahkan Hari Guru Nasional 25 November dirayakan spesial dengan memilah sampah bersama guru tercinta, mengangkat tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” sebagai pengingat bahwa pendidik adalah pilar utama revolusi hijau ini.
Bagaimana cara mereka sukses? Dengan semangat Pramuka sejati, seperti gotong royong, kreatif, dan tak kenal menyerah. Setiap hari dibagi tema spesifik, dipandu kakak pembina yang semangat, didukung @kwarda.jatim dan @sdn2karangan via Instagram untuk publikasi bukti nyata kegiatannya. Hasilnya? Sekolah hijau mandiri dengan tanaman baru, kompos siap panen, kerajinan dijual siswa, dana dari rosok berlipat, dan lingkungan bersih bebas genangan. SD Negeri 2 Karangan bukti nyata bahwa Pramuka cilik bisa ubah dunia mulai dari halaman sekolah hingga langit biru Jawa Timur!
Penulis: Priya Kusuma Bahari, S.Pd., Gr.