Pekik semangat, pelukan hangat, dan tetasan air mata haru mewarnai penutupan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) Kwarda Jawa Timur yang digelar sejak 29 Juni hingga 5 Juli 2025 di Pondok Pesantren Darul Ulum Agubg, Kota Malang. Kegiatan prestisius ini resmi ditutup Kak Farida, Wakil Kepala Pusdiklatda Argosonya Kwarda Jatim dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kepramukaan yang membara dan penuh haru.
Lebih dari sekadar kursus, KPD tahun 2028 ini menjadi perhelatan luar biasa yang mempertemukan 64 peserta dari berbagai penjuru Nusantara bahkan dari luar negeri Kuala Lumpur, Malaysia. “Luar biasa, tidak hanya nusantara, tapi juga internasional!” ungkap kak Endik Iswanto, Kapusdiklatcab Witaraga Kota Malang, dalam sambutannya yang memicu gemuruh tepuk tangan hadirin.
Dalam laporannya, kak Sunyoto selaku ketua panitia menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kelulusan seluruh peserta. “Dari 64 peserta, alhamdulillah 100% dinyatakan lulus. Ini adalah bukti kerja keras semua pihak, termasuk para pelatih dan peserta yang gigih,” ujarnya. Ia pun berharap para peserta melanjutkan ke jenjang Kursus Pelatih Lanjutan (KPL) untuk melengkapi kompetensi mereka.
Kak Farida, salah satu tokoh penting dalam acara ini, menekankan bahwa menjadi pelatih bukan hanya sebuah status, tapi panggilan jiwa. “Semoga apa yang didapatkan dalam KPD ini bisa benar-benar dibawa pulang, diterapkan, dan menghasilkan dampak nyata di pangkalan masing-masing,” ujarnya dengan penuh harap.
Ia juga mengingatkan bahwa KPD adalah pohon penuh buah, yang hasilnya harus terus dipetik dan dikembangkan melalui praktik nyata di Kwarcab masing-masing.Pada penutupan, peserta menerima Ijasah sebagai bukti keberhasilan mereka, sebagai bekal awal untuk menapaki jalan panjang dan mulia sebagai pelatih Pramuka. “Ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan kalian sebagai pendidik orang dewasa. Teruslah menempuh jalan ini hingga mencapai tingkat pelatih nasional!” ujar Waka Pusdiklatda dalam penutupan yang penuh semangat.
Selama tujuh hari, peserta disuguhi materi intensif mulai dari fundamental kepramukaan, pengembangan diri pelatih, praktik melatih di dalam dan luar ruangan, hingga manajemen pelatihan. Malam hari diwarnai kegiatan evaluasi dan refleksi, serta momen berkesan seperti malam inagurasi yang menampilkan kesenian dengan pakaian adat daerah masing masing, dalam suasana gembira yang mengikat hati seluruh peserta dalam satu keluarga besar.
Setiap pagi dimulai dengan “Pagiku Menyapa”, ibadah, olahraga, dan giat pribadi yang menyegarkan jiwa. Tak ketinggalan, upacara pembukaan latihan, forum terbuka di akhir kegiatan menjadi wadah suara, kritik, dan harapan demi perbaikan pelatihan ke depan.Salam untuk Pusdik Masing-Masing.
Sebagai penutup, Kak Endik mewakili tuan rumah, menyampaikan salam hangat kepada seluruh pusdiklat cabang yang telah mendukung, serta berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di tataran teori. “Sampaikan salam dan semangat kami untuk pusdiklat cabang di tempat asal kalian. Lanjutkan perjuangan mendidik, membina, dan melatih,” tegasnya.
Dengan diiringi tepuk tangan yang meriah dan ucapan syukur, KPD 2025 ditutup secara resmi. Para peserta pulang dengan bekal ilmu, pengalaman, dan semangat baru. Kini mereka bukan hanya pembina, mereka adalah calon pelatih, penerus semangat pembinaan Gerakan Pramuka menuju masa depan yang lebih terang.(KTJ).
Pusdatin Kwarda Jatim