JEMBER — Rangkaian Pendidikan Kepramukaan MTs Negeri 6 Jember resmi mencapai puncaknya pada Minggu, 15 Desember 2025, sekaligus menandai hari ketiga dan terakhir pelaksanaan kegiatan. Pendidikan Kepramukaan ini diselenggarakan oleh Gugus Depan Gerakan Pramuka MTs Negeri 6 Jember sebagai bagian dari program strategis madrasah dalam membina karakter, sikap kebangsaan, serta kepedulian sosial peserta didik.
Kegiatan hari ketiga ini diikuti secara wajib oleh seluruh peserta didik kelas VII dan kelas VIII dan dipusatkan di lingkungan MTs Negeri 6 Jember, dengan memanfaatkan area terbuka sebagai sarana pembelajaran berbasis pengalaman. Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah pembinaan dan pendampingan Pembina Satuan Pramuka MTs Negeri 6 Jember, Kak Taufan Bayu Sakbana, bersama jajaran pembina pramuka lainnya yang secara konsisten mengawal proses pendidikan kepramukaan sejak hari pertama.
Berbeda dengan dua hari sebelumnya, pelaksanaan hari ketiga difokuskan pada penanaman nilai Bela Negara, penguatan kepedulian sosial, serta refleksi diri peserta didik. Materi pada hari terakhir ini dirancang sebagai penutup yang bermakna, dengan tujuan menginternalisasi seluruh nilai yang telah ditanamkan selama kegiatan berlangsung agar benar-benar tertanam dalam sikap dan perilaku peserta didik.
Pada sesi Bela Negara, peserta didik dibimbing untuk memahami makna mencintai tanah air dalam konteks kehidupan sehari-hari. Bela negara tidak dipahami semata sebagai tugas fisik atau militeristik, melainkan sebagai sikap mental yang tercermin dalam kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, rasa tanggung jawab, serta kesediaan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Melalui pengarahan dan diskusi, peserta didik diajak menyadari peran mereka sebagai generasi muda dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat.
Selain Bela Negara, kegiatan hari ketiga juga diisi dengan materi kepedulian sosial dan pengabdian. Peserta didik diarahkan untuk memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan sesama. Nilai tolong-menolong, empati, serta kesadaran sosial ditanamkan melalui aktivitas kelompok yang menuntut kerja sama dan kepedulian antarregu. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bahwa Pramuka hadir sebagai pelopor dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Suasana hari ketiga berlangsung lebih reflektif dan bermakna. Peserta didik tidak hanya bergerak secara fisik, tetapi juga diajak untuk merenung dan mengevaluasi diri. Melalui sesi refleksi, peserta didik diberikan ruang untuk menyadari perubahan sikap yang telah mereka alami selama mengikuti Pendidikan Kepramukaan. Proses ini bertujuan agar nilai-nilai yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan semata, tetapi menjadi bagian dari karakter pribadi.
Dalam arahannya, Kak Taufan Bayu Sakbana selaku Pembina Satuan menegaskan bahwa Pendidikan Kepramukaan merupakan proses panjang yang tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kebersamaan, dan cinta tanah air yang telah ditanamkan selama tiga hari harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Hari ketiga ini juga menjadi momentum konsolidasi nilai bagi seluruh peserta didik. Setelah melalui penguatan karakter pada hari pertama dan pembinaan keterampilan serta kerja sama pada hari kedua, peserta didik kini diarahkan untuk mengintegrasikan seluruh nilai tersebut dalam sikap bela negara dan kepedulian sosial sebagai wujud nyata pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.
Pelaksanaan Pendidikan Kepramukaan hari ketiga ini menegaskan bahwa Gerakan Pramuka di MTs Negeri 6 Jember bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan bagian penting dari sistem pendidikan karakter madrasah. Melalui pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan, kepramukaan menjadi wahana pembentukan generasi muda yang berintegritas, berjiwa kebangsaan, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan berakhirnya rangkaian Pendidikan Kepramukaan selama tiga hari ini, MTs Negeri 6 Jember berharap seluruh peserta didik mampu membawa nilai-nilai yang telah dipelajari ke dalam kehidupan nyata. Kegiatan ini menjadi penanda lahirnya Pramuka MTs Negeri 6 Jember yang tidak hanya terampil dan disiplin, tetapi juga memiliki kesadaran bela negara, kepekaan sosial, serta komitmen untuk menjadi generasi penerus bangsa yang bermartabat dan bertanggung jawab.
Penulis: Taufan Bayu Sakbana
Pusdatin Kwarda Jatim