Pramukarek.or.id, SURABAYA (8/1) – Dalam dunia politik dan organisasi yang seringkali penuh intrik dan sikut-menyikut, apa yang terjadi di tubuh Kwarda Pramuka Jawa Timur adalah sebuah anomali yang menyegarkan. H.M. Arum Sabil kembali dikukuhkan sebagai Ketua Kwarda masa bakti 2025-2030 secara aklamasi—sebuah bukti dominasi kepemimpinan yang berakar pada kinerja, bukan retorika.
Rapat Paripurna Januari 2025 ini lebih menyerupai sebuah “konsolidasi kekuatan” daripada sekadar musyawarah. Hubungan antara Gubernur Khofifah Indar Parawansa (Ka Mabida) dan Arum Sabil (Ka Kwarda) digambarkan sangat solid, mengingatkan pada duet kepemimpinan global yang efektif.
“Kalau dulu zaman Clinton ada istilah ‘If you vote one, you get two’. Di Jatim, memilih Kak Arum berarti Anda juga mendapatkan dukungan penuh dari saya,” kelakar Khofifah, yang disambut tepuk tangan riuh. Analogi ini mengirimkan pesan politik yang kuat: Kwarda Jatim memiliki backing penuh dari kekuasaan eksekutif tertinggi di provinsi.
Arum Sabil, dalam pidato penerimaannya, menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang loyal namun visioner. “SK Kwarnas saya keluar karena rekomendasi Ibu Gubernur. Ini amanah yang tidak main-main. Kita tidak punya waktu untuk berdebat; fokus kita adalah eksekusi. Visi ‘Adaptif, Produktif, Berkelanjutan’ adalah cetak biru kita untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.
Rapat yang digelar di fasilitas BPSDM Jatim ini juga menjadi simbol efisiensi. Tanpa kemewahan yang tidak perlu, namun dengan fasilitas setara hotel berbintang yang diberikan secara cuma-cuma oleh Pemprov, Kwarda Jatim menunjukkan bahwa mereka adalah “anak emas” yang tahu diri—mengubah fasilitas negara menjadi output kinerja yang nyata dan mampu berdampak nyata ke masyarakat
Pusdatin Kwarda Jatim