Pramukarek.or.id, Nganjuk, 26 Oktober 2025 — Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, para pemuda dari berbagai Satuan Karya Pramuka di Kabupaten Nganjuk berkolaborasi menggelar kegiatan bertajuk “Titik Nol Anjuk Ladang (Tanah Kemenengan) Sebagai Simbol Persatuan Pemuda Satuan Karya Kabupaten Nganjuk.”
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Satuan Karya (Saka) Bhayangkara, Saka Wirakartika, dan Saka Kencana Kabupaten Nganjuk, yang berkolaborasi dalam semangat kebersamaan untuk memperingati hari bersejarah bagi generasi muda Indonesia. Kolaborasi lintas satuan ini menjadi simbol nyata persatuan dan gotong royong antar pemuda dalam menjaga semangat perjuangan dan nilai-nilai kebangsaan.
Rangkaian kegiatan dimulai dari apel dan ziarah di Makam Pahlawan Yudha Pralaya Nganjuk, sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia. Seusai ziarah, peserta bergerak menuju Alun-Alun Nganjuk untuk melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung khidmat.
Dalam sambutan antar Ketua Satuan Karya saat upacara, Rindi – Saka Bhayangkara menguatkan akan semangat Sumpah Pemuda yang harus dipegang teguh dari masa ke masa, dan disambung Zulfa – Saka Wirakartika mengajak antar Satuan dapat berkolaborasi aktif dalam kegiatan positif lainnya.
Ketua Satuan Karya Kabupaten Nganjuk, Alik Prasetiyo, menyampaikan pesan tentang pentingnya meneladani semangat perjuangan para pahlawan melalui literasi dan karakter moral yang kuat. “Perlu diingat bahwa salah satu cara paling mudah menghancurkan bangsa saat ini adalah dengan merusak etika moral pemudanya dan menghapuskan wawasan sejarah bangsanya, maka kita harus mengingat sejarah dan perjuangan para pahlawan, hal tersebut menjadi benteng bagi generasi muda untuk meneruskan semangat perjuangan Pahlawan terdahulu.” tegas Alik Prasetiyo.
Ia juga menyoroti berbagai fenomena sosial saat ini yang bertolak belakang dengan semangat persatuan dan perjuangan bangsa, seperti provokasi, upaya menjatuhkan suatu kelompok, serta perpecahan yang dapat melemahkan rasa kebangsaan. “Satuan Karya, khususnya di Kabupaten Nganjuk, harus ikut andil dalam membangun dan mengokohkan bangsa ini melalui hal-hal sederhana seperti memperkuat kerja sama dan gotong royong. Sebagai pemuda yang berkarya hari ini, bukan lagi soal euforia, gengsi, atau obsesi pribadi, melainkan kepedulian terhadap lingkungan dan bangsa. Pemuda Satuan Karya kini, adalah mereka yang memberi dampak positif dan menghadirkan solusi di mana pun berada,” tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sharing Antar Saka, yang menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antar anggota Satuan Karya, serta wadah bertukar gagasan dalam mengembangkan kegiatan kepemudaan yang produktif, kreatif, dan solutif. Sebagai penutup, Perwakilan masing-masing Saka bersama-sama memberikan Donasi bahan-bahan pokok kepada Panti Asuhan Al Muhajirin Nganjuk, sebagai bentuk kepedulian sosial dan aksi nyata pengabdian kepada masyarakat.
Menjadi catatan singkat kegiatan ini “Sedikit bagi kita yang memiliki, Namun begitu berarti bagi kita yang membutuhkan,”- Melalui kegiatan ini, kolaborasi antar Satuan Karya di Nganjuk diharapkan menjadi contoh nyata bahwa semangat Sumpah Pemuda masih hidup dan relevan di tengah tantangan zaman. “Titik Nol Anjuk Ladang” menjadi simbol semangat baru bagi pemuda untuk terus berkarya, bersatu, dan berkontribusi bagi kejayaan bangsa. (Penulis: Ka Fatauhi)
Pusdatin Kwarda Jatim