Kak Kismanto Kacabdin Surabaya Sidoarjo saat membuka acara penyuluhan
bersama Kak Bambang dan Kak Mulyono

SURABAYA – Gerakan Pramuka terus memperkuat perannya dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkoba dan kenakalan remaja. Kali ini, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya menggelar Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja pada 13–14 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun Pramuka Penegak yang berkarakter kuat, berwawasan luas, dan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sebayanya.


Sebanyak 120 Pramuka Penegak mengikuti kegiatan pada hari pertama, Selasa (13/10/2026). Mereka terdiri atas 80 putri dan 40 putra dari delapan pangkalan SMA dan SMK di Surabaya, yakni SMA Negeri 15, SMA Negeri 18, SMA Widya Darma, SMA Al Hikmah, SMK Negeri 1, SMK Ketintang, SMK Kartika, dan SMK Tunas Wijaya. Ketua Pelaksana, Tri Ariyanti, menyampaikan bahwa peserta pada hari kedua diperkirakan sekitar 100 orang.


Melalui kegiatan ini, Kwarcab Surabaya mendorong peserta agar tidak sekadar mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengenali risiko, menentukan pilihan yang tepat, dan menolak pengaruh negatif. Pramuka Penegak diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dengan mengembangkan pergaulan sehat serta menyebarkan perilaku positif di sekolah dan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan registrasi dan dinamika kelompok, kemudian dilanjutkan dengan materi pengenalan narkoba serta dampak penyalahgunaannya oleh narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Pembekalan tersebut memberikan gambaran tentang risiko narkoba terhadap kesehatan, kehidupan sosial, pendidikan, dan masa depan generasi muda.


Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya–Sidoarjo, Dr. Kismanto, S.Pd., M.Pd., yang membuka kegiatan, mengajak para peserta membangun visi masa depan sejak dini. Ia menegaskan bahwa kesempatan untuk sukses terbuka bagi setiap orang, tanpa harus ditentukan oleh latar belakang ekonomi maupun keadaan keluarga. Menurutnya, generasi muda perlu mengetahui cita-cita yang ingin diraih sekaligus memahami tantangan yang harus dihadapi untuk mencapainya.


Kismanto mengingatkan bahwa kemajuan zaman menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Karena itu, pelajar harus mampu membedakan lingkungan yang mendukung perkembangan diri dengan pergaulan yang berpotensi merusak masa depan. Keberanian mengatakan tidak terhadap ajakan negatif menjadi sikap penting yang perlu dibangun, termasuk ketika menghadapi tekanan dari teman sebaya.


Ia juga menekankan pentingnya doa, restu orang tua, dan ridha Allah SWT dalam perjalanan meraih cita-cita. Peserta diajak menjaga kepercayaan keluarga dan sekolah dengan menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta perilaku yang mencerminkan kualitas diri. Pesan tersebut sejalan dengan nilai-nilai kepramukaan yang menempatkan pembentukan karakter dan pengamalan nilai moral sebagai bagian penting dalam pendidikan generasi muda.


“Yang kita tanam adalah kebaikan. Hasilnya kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa,” pesan Kismanto. Ia mengajak peserta tidak hanya menilai seseorang dari penampilan luar, tetapi juga mengutamakan integritas, kedewasaan, dan kebaikan dalam bertindak. Dalam konteks pencegahan narkoba, penguatan nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi peserta untuk menjaga diri dan tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.


Selain materi dari BNN, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tinjauan hukum penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah dari praktisi hukum. Materi ini menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya membawa risiko kesehatan dan sosial, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Wakil Ketua Kwarcab Surabaya, Kak Bambang Wiyono, serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Kapusdiklatcab), Kak Mulyono.


Usai istirahat, peserta mengikuti talk show interaktif bertema “Peran Pelajar dalam Menciptakan Lingkungan yang Bersih dari Narkoba”. Dipandu moderator Kak Icha bersama Kak Huda dan Kak Umar, sesi ini menjadi ruang diskusi untuk memperluas wawasan dan mendorong keterlibatan aktif pelajar dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.
Pada penutupan kegiatan, Syaiful Huda berpesan agar para peserta menjadi generasi tangguh yang tidak mudah menyerah. “Kalian generasi emas, jangan cengeng, jangan mlempem. Sampaikan kepada sahabat dan teman-teman ilmu atau wawasan yang kalian dapat hari ini,” tegasnya. Pesan ini mengingatkan peserta bahwa ilmu yang diperoleh akan lebih bermakna apabila diteruskan dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya berharap penyuluhan ini semakin memperkuat peran Pramuka Penegak sebagai agen perubahan di kalangan remaja. Dengan bekal pengetahuan, karakter, keimanan, dan kepedulian sosial, para peserta diharapkan mampu menjadi pelopor gerakan antinarkoba, mencegah kenakalan remaja, serta mengajak teman sebaya menempuh jalan yang lebih sehat dan produktif. Dari pangkalan masing-masing, semangat tersebut diharapkan tumbuh menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan generasi muda Jawa Timur yang tangguh, berprestasi, dan berkarakter. (KTJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *