
UJUNGPANGKAH, GRESIK 17 Oktober 2026 – Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) Gugus Depan 16.041–16.042 pangkalan UPT SDN 308 Gresik (eks SDN Tanjangawan), Kecamatan Ujungpangkah, berlangsung meriah. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah pentas seni qosidah bertema zaman dahulu (jadul) yang melibatkan enam kelompok wali murid. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perkemahan tidak hanya menjadi ruang belajar bagi peserta didik, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antara sekolah, keluarga, dan Gerakan Pramuka.
Kemeriahan malam gembira semakin terasa dengan kehadiran Ketua Kwarran Ujungpangkah, Kak Dr. Abdullah Farih, MM., M.Pd., yang bertugas sebagai pembina upacara api unggun sekaligus juri pentas seni. Berbeda dari pentas seni pada umumnya, para wali murid tampil membawa peralatan musik sederhana dari perlengkapan dapur yang telah dimodifikasi menjadi alat musik. Setiap kelompok membawakan dua lagu qosidah dan satu sholawat Nabi dengan penuh semangat dan percaya diri.
Penampilan tersebut menghadirkan suasana khas yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Gresik, khususnya di wilayah Kecamatan Ujungpangkah. Dengan balutan tema jadul, para wali murid tampil kompak layaknya penyanyi profesional. Peralatan dapur yang biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari disulap menjadi instrumen musik yang mengiringi lantunan lagu-lagu bernuansa religi.
Sebagai salah satu juri, Kak Abdullah Farih mengapresiasi kreativitas yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pentas seni ini mencerminkan produktivitas adik-adik Penggalang, yang turut mencari, menghias, dan memodifikasi berbagai benda sederhana menjadi alat musik. Salah satu contohnya adalah tutup botol yang diolah menjadi alat musik tamborin atau kecrek. Kreativitas tersebut menunjukkan bahwa barang-barang yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan menjadi sarana berkarya dan belajar.
Pembina Gugus Depan, Kak Fatihin, menyampaikan bahwa Perjusa kali ini tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai bagian penting dalam mendukung proses pendidikan kepramukaan.
“Kegiatan ini kami peruntukkan tidak hanya bagi adik-adik Penggalang. Kehadiran orang dewasa, khususnya orang tua, juga kami hadirkan untuk mendukung kegiatan anak-anaknya,” ungkap Kak Fatihin.
Senada dengan hal tersebut, Kamabigus Kak Siti Khoyaroh menjelaskan bahwa Perjusa tahun ini mengusung tema Perkemahan Produktif. Melalui tema tersebut, pihak sekolah berharap peserta didik mampu mengembangkan kreativitas dan keterampilan hidup (life skill) sejak dini sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kita tidak tahu, bisa jadi di antara mereka kelak ada yang menjadi pemimpin bangsa. Setidaknya, mereka akan menggantikan generasi kami, baik di lembaga maupun di pemerintahan, termasuk dalam lingkup kecil seperti pemerintahan desa,” tutur Kak Siti Khoyaroh.
Pada akhir sesi malam gembira, seluruh kelompok wali murid yang mengikuti lomba qosidah mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kreativitas, dan semangat kebersamaan mereka. Momen ini menjadi penutup yang hangat bagi rangkaian kegiatan malam itu.
Melalui Perjusa bertema Perkemahan Produktif, UPT SDN 308 Gresik menunjukkan bahwa pendidikan kepramukaan dapat menjadi ruang kolaborasi antara peserta didik, pembina, sekolah, dan orang tua. Lebih dari sekadar berkemah, kegiatan ini menanamkan nilai kreativitas, kemandirian, kebersamaan, serta kepedulian terhadap potensi budaya dan lingkungan sekitar.
Penulis: Nirafiyatur Risa