
SURABAYA, Indonesia (17/10/2026) – Di era ketika batas fisik kerap membatasi hubungan antarmanusia, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (Kwarda Jatim) mengukir catatan digital yang berkesan dalam gelaran tahunan Jamboree on the Air dan Jamboree on the Internet (JOTA-JOTI) 2026.
Menjadi salah satu motor penggerak ruang siber kepanduan nasional, Kwarda Jatim sukses memfasilitasi ruang temu virtual yang menghubungkan pramuka penegak dan pandega Jawa Timur langsung dengan rekan-rekan mereka dari empat benua. Menggunakan Microsoft Teams sebagai ruang koordinasi digital dari stasiun pusat di Surabaya, para anggota pramuka dari Jawa Timur dapat bertatap muka secara langsung dengan anggota dari Oman Scouts & Guides, 1st Cobargo Scout Group (Australia), Persekutuan Pengakap Malaysia, serta Persekutuan Pengakap Negara Brunei Darussalam.
Interaksi digital ini berjalan kasual namun bermakna, di mana esensi utama dari pertemuan lintas negara ini berfokus pada kegiatan bertegur sapa, saling berkenalan, serta bertukar akun media sosial (sosmed) untuk mempererat tali persaudaraan pasca-kegiatan.

Suasana akrab terasa saat masing-masing peserta mulai membagikan identitas digital (JID/Scout ID) mereka di kolom obrolan agar bisa tetap berkomunikasi di luar frekuensi resmi JOTA-JOTI.
Sesi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Pramuka Jatim untuk membangun jejaring pertemanan internasional secara nyata dan langsung tanpa sekat geografis.
Tidak hanya mengobrol di depan kamera, keseruan bertambah saat perwakilan dari Oman Scouts & Guides mengajak seluruh peserta di ruang virtual untuk melakukan ekskursi singkat. Melalui sorotan kamera, pramuka Oman memperlihatkan secara langsung isi dan arsitektur dari Scout Building (gedung pramuka) milik mereka.
Pengalaman mengeksplorasi markas kepanduan di Oman secara virtual tersebut memberikan pandangan baru bagi Pramuka Jawa Timur mengenai bagaimana stasiun JOTA-JOTI dan fasilitas kepanduan dikelola di Timur Tengah.
Melalui pelaksanaan JOTI Jatim tahun 2026 ini, pemanfaatan teknologi modern terbukti mampu menyederhanakan komunikasi internasional menjadi lebih mudah dijangkau. Ruang temu digital yang digagas berhasil membuktikan bahwa meskipun mengenakan setangan leher merah-putih khas Jawa Timur, baret Persekutuan Pengakap Malaysia, ataupun seragam Oman Scouts, jarak antarbenua kini terasa sedekat halaman belakang berkat konektivitas siber yang inklusif.
Pusdatin Kwarda Jatim