Surabaya – Kepedulian tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, ia hadir dari sekelompok orang yang datang bersama, membawa tenaga, peralatan, dan semangat gotong royong untuk memperbaiki sebuah rumah.
Semangat itulah yang akan kembali dihidupkan Gerakan Pramuka Jawa Timur melalui Aksi Pramuka Peduli Tahap II Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 9–11 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Perkemahan Wirakarya Pramuka Produktif dengan sasaran besar renovasi 1.000 rumah tidak layak huni di Jawa Timur. Pada tahap kedua, renovasi diarahkan untuk RTLH kategori ringan dengan melibatkan Kwartir Cabang se-Jawa Timur.
Waka Abdimas, Humas, dan Lingkungan Hidup Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Dr. Akh. Jazuli, memandang kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian Pramuka terhadap kondisi masyarakat.
“Aksi ini bukan hanya tentang memperbaiki rumah. Yang ingin kita tumbuhkan adalah semangat untuk hadir, melihat kebutuhan masyarakat, lalu bergerak bersama untuk memberikan manfaat,” ujar Kak Jazuli.
Menurut Kak Jazuli, keterlibatan anggota Pramuka dalam kegiatan sosial juga memiliki nilai pendidikan. Anggota tidak hanya belajar mengenai keterampilan kepramukaan, tetapi mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana bekerja bersama masyarakat, membangun komunikasi, dan menyelesaikan persoalan melalui gotong royong.
Semangat pengabdian tersebut sejalan dengan arah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang terus mendorong kegiatan produktif dan berdampak. Program sosial menjadi ruang bagi anggota untuk mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika Pramuka turun ke masyarakat, yang dibawa bukan hanya tenaga. Ada kepedulian, persaudaraan, dan semangat gotong royong. Hal-hal sederhana seperti inilah yang diharapkan terus tumbuh di tengah generasi muda,” kata Kak Jazuli.
Aksi Pramuka Peduli Tahap II juga melibatkan Kwartir Cabang sebagai bagian penting dari pelaksanaan kegiatan. Setiap Kwarcab yang berpartisipasi diminta menyampaikan kesanggupan kepada Kwarda Jawa Timur paling lambat 4 Oktober 2026.
Sebelum pelaksanaan, Kwarda akan menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 6 Oktober 2026. Setiap Kwarcab diminta menugaskan sekretaris Kwarcab dan ketua Brigade Penolong untuk mengikuti rapat yang berlangsung di Kantor Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Jalan Raya Kertajaya Indah No. 77A, Surabaya.
Lanjut Kak Jazuli, bagi masyarakat penerima manfaat, rumah yang direnovasi tentu memiliki arti penting. Namun bagi anggota Pramuka yang terlibat, proses tersebut juga menjadi pembelajaran tentang arti kepedulian.
“Pengabdian tidak selalu membutuhkan panggung besar. Terkadang, cukup dengan datang, bekerja bersama, dan meninggalkan manfaat,” ungkap Kak Jazuli.
Melalui Aksi Pramuka Peduli Tahap II, Kwarda Jatim ingin memastikan bahwa semangat Pramuka untuk Masyarakat tidak berhenti sebagai slogan, tetapi hadir dalam aksi yang dapat dilihat, dirasakan, dan dikenang oleh masyarakat.
Pusdatin Kwarda Jatim