Home » 40 Pramuka Penegak/Pandega Se-Jawa-Bali Ikuti YLC Pancasila, Kwarda Jatim Kirim 6 Kader Terbaik

40 Pramuka Penegak/Pandega Se-Jawa-Bali Ikuti YLC Pancasila, Kwarda Jatim Kirim 6 Kader Terbaik

by Kwarda Jatim
0 comments

Yogyakarta – Sebanyak 40 Pramuka Penegak dan Pandega terbaik dari enam Kwartir Daerah (Kwarda) se-Jawa dan Bali berkumpul di Yogyakarta untuk mengikuti Youth Leadership Course (YLC) 2025: Pembudayaan Nilai Pancasila di Era Digital. Pelatihan yang berlangsung di Hotel Cakra Kembang, Sleman, DIY, ini digelar mulai 23 hingga 29 Oktober 2025 atas inisiasi BPIP dan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas.

Keenam Kwarda yang mendelegasikan kader-kader mudanya meliputi: Kwarda Banten, Kwarda Daerah Khusus Jakarta, Kwarda Jawa Barat, Kwarda Jawa Tengah, Kwarda Jawa Timur, dan tuan rumah Kwarda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak pemimpin masa depan yang berkarakter Pancasila, Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur mendelegasikan enam peserta didik terbaiknya, menjadi salah satu perwakilan Kwarda dengan jumlah delegasi terbanyak.

Delegasi tersebut terdiri atas:Satu unsur Dewan Kerja Daerah (DKD) Jatim, yaitu Kak Muh. Vika Syauqy, kemudian, satu perwakilan dari Dewan Kerja Cabang (DKC) Bojonegoro dan Empat delegasi dari DKC Tuban.

Ketua Panitia, Kak Sri Budoyo dari Kwarda DIY, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh Kwarda atas pengiriman kader-kader penggerak Pancasila. Ia menyebutkan pelatihan ini menggunakan metode Experiential Learning dan Project Based untuk meningkatkan kapasitas peserta.

“Metode ini diterapkan secara khusus agar peserta tidak hanya menerima teori, tetapi siap membuat aksi-aksi nyata di platform digital ‘Harmoni Indonesia’ dengan proyek-proyek yang berdampak ke masyarakat luas,” jelas Kak Sri Budoyo.

Pembukaan YLC yang digelar pada Jumat (24/10/2025) oleh Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP, Kak Toto Purbiyanto, menekankan bahwa tugas para peserta adalah menjadikan dunia digital sebagai garda terdepan Penggerak Pancasila.

“Kami berharap kepada seluruh peserta kegiatan untuk mengisi ruang digital dengan membangun Pancasila, karena tantangan terbesar saat ini adalah banyaknya konten-konten yang menggerus Pancasila,” pesan Kak Toto.

Perwakilan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, Kak Anis Ilahi Wahdati, menambahkan bahwa peserta yang merupakan Generasi Z diajak melakukan refleksi mendalam mengenai kepemimpinan Pancasila dan ditantang memproyeksikan bagaimana Pancasila dapat terus menjadi pemersatu bangsa dalam 50 hingga 100 tahun ke depan.

Selama kurang lebih lima hari efektif, peserta akan menajamkan materi yang diisi oleh narasumber dari BPIP, Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, serta Pelatih Kwarda DIY. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi proyek tematik dan refleksi, menegaskan harapan penyelenggara agar 40 peserta ini dapat menjadi contoh pemimpin muda berkarakter di lingkungan digital dan lingkungan masing-masing.

Pusdatin Kwarda Jatim

You may also like

Leave a Comment