Home » Pramuka Jatim Siapkan Program Ketahanan Pangan, Dukung Kebijakan Gubernur Jawa Timur

Pramuka Jatim Siapkan Program Ketahanan Pangan, Dukung Kebijakan Gubernur Jawa Timur

by Kwarda Jatim
0 comments

Surabaya – Pramuka Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui inovasi program strategis. Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah peluncuran program Pramuka Produktif Ketahanan Pangan, yang bertujuan mendorong kemandirian pangan sekaligus memperkuat pendidikan berbasis lingkungan di tingkat gugusdepan.

Program ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa. Melalui pendekatan edukatif dan produktif, Gerakan Pramuka diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi nyata dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya di tingkat komunitas pendidikan.

Andalan Kwarda Jatim sekaligus Ketua Panitia Rakerda Gerakan Pramuka Jawa Timur , Kak H. RB Zainal Arifin, S.H., M.Hum., mengungkapkan bahwa Pramuka tidak hanya berperan dalam pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.

“Gerakan Pramuka harus adaptif terhadap isu-isu strategis, termasuk ketahanan pangan. Melalui program ini, kami ingin membangun kesadaran sekaligus kemampuan nyata anggota Pramuka dalam mengelola sumber daya secara produktif,” ujarnya.

Kak Zainal menambahkan, bahwa Program Pramuka Produktif Ketahanan Pangan akan memanfaatkan lahan-lahan kosong di lingkungan gugus depan, sekolah, maupun aset Pramuka lainnya untuk dijadikan lahan produktif. Pemanfaatan lahan ini akan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, dengan mengedepankan prinsip ramah lingkungan serta efisiensi sumber daya.

“Adapun kegiatan yang akan dikembangkan meliputi budidaya tanaman pangan seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat keluarga (TOGA), serta pengembangan pertanian modern berbasis teknologi sederhana seperti sistem hidroponik dan vertikultur. Selain itu, sektor perikanan dan peternakan juga menjadi fokus, antara lain melalui budidaya ikan air tawar, ternak unggas, hingga kambing,” tambahnya.

Kak Zainal Arifin menjelaskan, bahwa program ini memiliki nilai strategis ganda, yakni sebagai sarana edukasi sekaligus pemberdayaan ekonomi. Dirinya berharap untuk anggota Pramuka tidak hanya memahami konsep ketahanan pangan, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung. Dengan demikian, mereka memiliki bekal keterampilan hidup yang berguna di masa depan.

Kak Zainal menjelaskan, bahwa program ini juga akan mengintegrasikan aspek pengelolaan limbah menjadi bagian dari siklus produksi. Limbah organik dari kegiatan sehari-hari akan diolah menjadi pupuk kompos atau pakan ternak, sehingga menciptakan sistem yang berkelanjutan dan minim limbah (zero waste). Pendekatan ini sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari nilai-nilai kepramukaan.

“Lebih jauh, program ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anggota Pramuka. Hasil dari kegiatan pertanian, perikanan, maupun peternakan dapat diolah dan dipasarkan sebagai produk bernilai ekonomis. Dengan demikian, gugusdepan tidak hanya menjadi pusat pembinaan, tetapi juga unit produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya,” ungkapnya.

Kak Zainal melanjutkan, bahwa pelaksanaan program ini akan melibatkan seluruh tingkatan dalam Gerakan Pramuka di Jawa Timur, mulai dari Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, hingga Gugusdepan. Sinergi juga akan dibangun dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dunia usaha, serta komunitas masyarakat guna memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program.

“Sebagai langkah awal, Kwarda Jawa Timur akan menyusun pedoman teknis pelaksanaan yang mencakup standar operasional, model pengelolaan, serta indikator keberhasilan program. Selain itu, akan dilakukan pelatihan dan pendampingan bagi pembina dan anggota Pramuka agar memiliki kapasitas yang memadai dalam mengelola kegiatan ketahanan pangan,” jelasnya.

Kak Zainal menambahkan, bahwa program ini juga akan menjadi salah satu agenda strategis dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwarda Jawa Timur. Forum tersebut akan dimanfaatkan untuk mematangkan konsep, memperkuat komitmen seluruh jajaran, serta menyusun strategi implementasi yang efektif dan terukur di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Sebelumnya, Kwarda Jawa Timur telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan melalui berbagai program produktif. Salah satu yang mendapat perhatian luas adalah kegiatan panen raya jagung di Banyuwangi, yang memperoleh apresiasi langsung dari Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Program tersebut dinilai berhasil mendorong kemandirian generasi muda sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

Ke depan, kata Kak Zainal, melalui program Pramuka Produktif Ketahanan Pangan, Kwarda Jawa Timur menargetkan terciptanya gugusdepan yang mandiri pangan, produktif, dan inovatif. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya berkarakter kuat, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan adaptif dalam menghadapi tantangan global, khususnya di bidang pangan dan lingkungan.

“Melalui semangat gotong royong dan nilai-nilai kepramukaan, Gerakan Pramuka Jawa Timur optimistis dapat menjadi motor penggerak dalam membangun ketahanan pangan berbasis komunitas, sekaligus mendukung terwujudnya Jawa Timur yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Pusdatin Kwarda Jatim

You may also like

Leave a Comment