Home » Pelatih Pramuka Jadi Kunci Generasi Emas 2045, Kwarda Jatim Dorong Program Satu Gugus Depan Satu Renovasi RTLH

Pelatih Pramuka Jadi Kunci Generasi Emas 2045, Kwarda Jatim Dorong Program Satu Gugus Depan Satu Renovasi RTLH

by Kwarda Jatim
0 comments

Kota Surabaya – Pelatih Pramuka memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pembina dan masa depan generasi muda Indonesia. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Bambang Suyanto, S.H., S.Sos., M.Si., saat mewakili Ketua Kwarda Jawa Timur dalam sebuah forum pelatih Pramuka pada Sabtu (6/6/2026) di Aula Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti 110 orang terdiri dari Para Pimpinan Kwarda Jatim, 38 utusan Kwartir Cabang se Jawa Timur unsur Waka Binawasa dan Kapusdiklatcab, serta 25 Pelatih Pusdiklatda Argasonya, yang akan berdiskusi tentang pelaksanaan program Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur tentang pola pembinaan anggota dewasa, program pramuka produktif, dan ketahanan pangan.

Kak Bambang Suyanto didampingi oleh Kak Basuki Babussalam, Kak Sopingi, Kak Adie Kurniawan, Kak Masul Hadi, Kak Jainuddin, dan para andalan serta staf Kwarda Jatim.

Dalam sambutannya, Kak Bambang menegaskan bahwa pelatih merupakan mata rantai penting dalam sistem pendidikan Gerakan Pramuka. Menurutnya, kualitas pelatih akan menentukan kualitas pembina, dan pada akhirnya berpengaruh langsung terhadap pembentukan karakter generasi muda.

“Pelatih yang unggul melahirkan pembina yang unggul. Pembina yang unggul melahirkan generasi muda yang unggul. Inilah mata rantai yang menentukan kuat atau tidaknya Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan dan kursus-kursus Pramuka bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, melainkan ruang untuk memperkuat peran dan pengabdian sebagai agen perubahan. Karena itu, keberadaan bidang anggota dewasa dan pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) menjadi sangat penting dalam menjaga kualitas pembinaan.

Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi, derasnya arus informasi, hingga berbagai tantangan sosial dan kebangsaan, para pelatih dituntut untuk terus berinovasi. Mereka harus mampu menghadirkan metode pelatihan yang adaptif, kreatif, sekaligus menjadi teladan dalam sikap dan integritas.

“Pelatih bukan hanya pengajar. Pelatih adalah penggerak, penginspirasi, dan pemantik perubahan positif bagi para pembina di seluruh Jawa Timur,” katanya.

Lebih lanjut, Kak Bambang mengingatkan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan lahirnya Generasi Emas 2045. Namun, generasi unggul tersebut tidak akan lahir dengan sendirinya. Dibutuhkan pembina yang berdedikasi dan pelatih yang kompeten serta berintegritas untuk mewujudkannya.

Ia menilai, kehadiran para pelatih dalam forum tersebut bukan hanya untuk bertemu dan berdiskusi, tetapi juga untuk mengambil tanggung jawab strategis sebagai arsitek pembinaan karakter generasi muda Indonesia.

“Dampak seorang pelatih sangat besar. Ketika kualitas pelatih meningkat, kualitas pembina meningkat, mutu pembinaan di gugus depan meningkat, dan pada akhirnya melahirkan peserta didik yang berkarakter serta berkontribusi bagi penguatan karakter bangsa,” tegasnya.

Selain menyoroti pentingnya penguatan kapasitas pelatih, Kwarda Jawa Timur juga terus mengembangkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu program unggulan yang saat ini terus didorong adalah kegiatan Perkemahan Wirakarya yang berfokus pada pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Program tersebut mengusung slogan “Satu Gugus Depan, Satu Renovasi Rumah Tidak Layak Huni” sebagai bentuk nyata pengamalan Dasa Darma Pramuka, khususnya nilai menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.

Menurut kal Bambang, program tersebut bukan sekadar kegiatan berkemah atau kerja bakti, melainkan wujud pengabdian nyata Gerakan Pramuka kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, inovasi yang telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak dan kini menjadi salah satu model kolaborasi antara Pramuka dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh insan Pramuka untuk terus memperkuat peran pengabdian di tengah masyarakat. Sebab, Gerakan Pramuka tidak hanya berfungsi sebagai organisasi pendidikan, tetapi juga sebagai organisasi yang hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial.

Pada kesempatan itu, Bambang juga mengajak seluruh pelatih Pramuka di Jawa Timur untuk aktif mendorong dan mendampingi gugus depan di wilayah masing-masing agar melaksanakan program renovasi RTLH. Selain itu, pelaksanaan program diharapkan dapat dilaporkan melalui Sistem Informasi Pramuka (SIPA) yang telah disiapkan Kwarda Jawa Timur.

Dengan dukungan para pelatih, Kwarda Jawa Timur optimistis Gerakan Pramuka akan semakin mampu melahirkan generasi muda berkarakter sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Pusdatin Kwarda Jatim

You may also like

Leave a Comment