Lumajang – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak dapat menurunkan kesehatan dan produktivitas. Menurut informasi, per 10 Mei 2022, penyakit ini menginfeksi sekitar 2.000 hewan ternak di Jawa Timur.

Pramuka Jawa Timur sebagai garda terdepan turut membantu dalam mengedukasi para peternak, khususnya di Kabupaten Lumajang.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Bakti Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Semeru Tahap III yang dilaksanakan pada 19 s.d 25 Mei 2022 di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang.

“Saat ini, para peternak diresahkan dengan munculnya wabah virus kuku dan mulut. Sebagai pramuka kita harus membantu dalam mengendalikan wabah ini,” ujar Kak H. M. Arum Sabil, SP, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur.
Kak Arum menjelaskan dalam kegiatan bakti pembangunan huntara tersebut, para peserta juga akan membantu peternak dengan mengedukasi cara menanggulangi dan pencegahan PMK pada hewan ternak.

“Pramuka Jatim harus berperan aktif dalam ikut serta menjadi pelopor pelestarian lingkungan hidup,” kata Kak Arum.
Pelestarian itu, imbuhnya, dapat dilakukan dengan menjaga tanah air, udara, satwa, dan hutan sebagai bentuk dari pengamalan Dasa Darma ke-dua yang berbunyi ‘Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia’.

“Bangunlah jiwa ragamu, kuatkan mentalmu, asahlah pikiranmu. Kita dorong bersama Praja Muda Karana sebagai pelopor dan penggagas dalam penguatan kemandirian serta kedaulatan di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” tandas pria yang merupakan seorang pengusaha sukses di Jawa Timur itu.
Reporter
Humas Kwarda Jatim