GORONTALO – Malam pementasan seni budaya di Peran Saka Nasional 2025 menjadi saksi persembahan kolosal yang membara dari Kontingen Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur. Dengan judul “Agni Nusantara: Api Abadi Sang Pendekar”, penampilan ini memadukan esensi budaya terbaik Jawa Timur, mulai dari teater rakyat hingga seni bela diri. Pentas ini hadir membawa semangat persaudaraan, keberanian, dan warisan budaya yang menyala abadi seperti Api Kayangan. Melalui pementasan ini, Kwarda Jatim menelusuri perjalanan seorang Pendekar Nusantara yang mencari makna sejati dari api kehidupan, yang melambangkan semangat, perjuangan, dan pengabdian. Trilogi seni yang mengakar kuat.
Pementasan Jatim dibagi menjadi tiga segmen utama, yang masing-masing sarat akan filosofi dan kearifan lokal:
1. Seni Sandur sebagai Pembuka Perjalanan dimulai dengan Seni Sandur, teater rakyat khas Jawa Timur yang diisi dengan kelucuan dan kearifan lokal. Melalui logat dan canda, Sandur menggambarkan kehidupan masyarakat desa yang sederhana, mengajarkan bahwa tawa dan gotong royong adalah api pertama dari kekuatan bangsa. Segmen ini dibuka dengan dialog lucu antara tokoh Cawet, Pethak, dan Tangsil, yang menggarisbawahi pentingnya tradisi “Bismillah” dalam Sandur dan menyambut kehadiran seluruh peserta Peran Saka Nasional.
2. Gerakan silat yang tegas dan penuh filosofi ini memadukan keindahan dan kekuatan, mencerminkan disiplin, hormat, dan semangat pantang menyerah. Narasi menegaskan bahwa silat adalah seni perang yang menjelma tari, dengan Pola Langkah, Kuda-kuda, Tendangan, dan Tangkisan yang menguatkan jiwa.
3. Puncak Api Abadi Puncak pementasan ini adalah Tari Kayangan Api Khas Bojonegoro. Tarian ini melambangkan roh keberanian dan semangat abadi masyarakat Jawa Timur, yang diambil dari tanah yang menyimpan api abadi selama ribuan tahun. Gerakannya yang lembut namun berwibawa menggambarkan harmoni kekuatan dan ketenangan. Tari Kayangan Api sebagai Agni Bhumi, pusat energi suci, saksi penempaan peradaban, yang bahkan tidak tunduk pada Sang Hujan.
Narasi dramatis menekankan bahwa para pendekar Jatim tidak bertarung, melainkan menempa diri, menjadikan kesulitan sebagai Api Terpanas. Pementasan ditutup dengan instruksi musik yang meledak dan megah, diiringi teriakan: “Kobarkanlah! Biarkan Agni Nusantara membakar angkasa! Nyala ini adalah janji, bahwa semangat Jawa Timur takkan pernah pudar!”.
Aksi mencapai klimaks dengan Final Hit Gamelan yang keras dan tegas, bersamaan dengan aksi Penyembur Api yang paling spektakuler. Persembahan ini mengukuhkan semangat peserta Kwarda Jatim dan menjadi bukti bahwa budaya terus hidup, membawa semangat pendekar dari timur di Bumi Nusantara.
Pusdatin Kwarda Jatim