Pramukarek.or.id – Bumi Perkemahan MIMA Tempuran Cakru, Kecamatan Kencong, Jember, pada 17–19 Oktober 2025 menjadi saksi lahirnya semangat baru generasi Ma’arif. Ratusan tenda berdiri gagah di bawah langit sore, menyambut hadirnya Kemah Bakti Tunas Bangsa 2025 yang mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Kebangsaan, Meneguhkan Nilai Aswaja dalam Diri Tunas Bangsa.” Sebanyak 325 Pramuka Penggalang dari seluruh MI dan SD di bawah naungan MWC LP Ma’arif NU Kencong turut ambil bagian dalam kegiatan yang sarat makna ini.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2025 , yang menjadi momentum penting untuk mempertegas semangat nasionalisme para santri dan pelajar Ma’arif. Suasana perkemahan dipenuhi antusiasme para peserta yang membawa semangat “Hubbul Wathan Minal Iman” — cinta tanah air sebagai bagian dari iman. Tak sekadar berkemah, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran karakter dan nilai keaswajaan yang terpatri dalam setiap kegiatan.
Beragam kegiatan menarik dan edukatif mewarnai perkemahan tersebut. Mulai dari baris-berbaris (PBB), sesi Keaswajaan bersama tokoh , Pentas Seni Kreasi , Senam Kebersamaan , Jelajah Alam dengan berbagai pos seperti SMS, KIM, Pionering, Tapeng, dan PPGD, hingga Kultum dan Doa Bersama . Malam hari menjadi puncak kehangatan dengan Api Unggun Unjuk Kreasi Seni Budaya , yang memadukan nuansa pramuka, santri, dan kearifan lokal dalam satu harmoni.
Tak hanya peserta yang bersemangat, kehadiran para tokoh juga menambah khidmat acara pembukaan. Upacara resmi dihadiri oleh Kamabiran (Camat Kencong) Kak Ronny Ervianto, SE , Danramil Kencong , Kapolsek Kencong , serta perwakilan Babinsa dan Babinkamtibmas . Turut hadir pula Ketua LP Ma’arif Cabang Kencong , jajaran Badan Otonom NU seperti IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat, dan Ansor, serta para kepala sekolah SD/MI se-MWC Ma’arif NU Kencong.
Dalam sambutannya, Kak Ronny Ervianto menegaskan bahwa Kemah Bakti Tunas Bangsa bukan sekadar kegiatan seremonial atau ajang berkemah semata. “Kegiatan ini adalah sarana pembentukan karakter, kemandirian, dan kepemimpinan generasi muda NU. Dari sinilah diharapkan lahir tunas-tunas bangsa berjiwa santri, cinta tanah air, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya penuh semangat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat keaswajaan harus terus dijaga dalam diri setiap peserta. Nilai-nilai Ahlusunnah wal Jamaah menjadi dasar pembentukan pribadi yang sopan santun, berakhlak, cinta damai, dan peduli terhadap lingkungan sosial. “Generasi Ma’arif harus menjadi teladan dalam berbuat kebaikan. Jadilah pelopor kebersihan, persatuan, dan keteladanan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Tiga hari perkemahan berlalu dengan penuh kenangan dan pelajaran hidup. Di bawah sinar api unggun dan nyanyian Pramuka, para peserta belajar arti kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab. Kemah Bakti Tunas Bangsa 2025 tidak hanya menumbuhkan semangat kebangsaan, tetapi juga meneguhkan nilai-nilai Aswaja dalam diri generasi muda NU. Dari Tempuran, Kencong, tunas-tunas bangsa itu siap tumbuh menjadi pribadi beriman, berilmu, dan berbakti untuk negeri. (asr-Tim Media Kwarda Jatim)
Pusdatin Kwarda Jatim