Yogyakarta, 24 Oktober 2025 – Di tengah kesibukan Pelatihan Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital, 40 peserta dari berbagai Kwartir Daerah (Kwarda) se-Jawa dan Bali, termasuk delegasi dari Kwarda Jawa Timur, mendapatkan keterampilan refleksi diri baru dengan mengikuti sesi khusus mengenai pola kepribadian menggunakan Kuisioner Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) pada sesi siang hari kedua, Jumat (24/10).
Pelaksanaan kuisiner ini menjadi langkah penting dalam membantu para pemimpin muda, termasuk enam delegasi Kwarda Jatim, mengenali gaya kepemimpinan alami mereka dan meningkatkan efektivitas kolaborasi tim.
MBTI disajikan sebagai alat bantu yang netral, tidak bertujuan menilai benar atau salah, melainkan untuk memahami perbedaan mendasar dalam cara individu mendapatkan energi (Ekstrovert–Introvert), memproses informasi (Sensing–Intuitive), mengambil keputusan (Thinking–Feeling), dan menghadapi dunia luar (Judging–Perceiving).
Melalui sesi ini, para peserta diajak untuk: 1. Mengenali gaya kepemimpinan dengan memahami kekuatan dan tantangan pribadi yang berasal dari kecenderungan kepribadian peserta. 2. Meningkatkan kolaborasi melalui belajar bekerja sama lebih efektif dengan rekan Pramuka lain yang memiliki gaya berpikir dan berperilaku yang berbeda.
Kak Anis Ilahi Wahdati dari Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, yang menyampaikan penjelasan mendalam mengenai hasil kuisioner, menekankan bahwa MBTI hanyalah peta preferensi kepribadian dan tidak bersifat tetap.
“Semua tipe memiliki kekuatan dan potensi kepemimpinan yang unik, yang perlu dikembangkan menjadi ciri utama dan kekuatan dominan seorang pemimpin,” ujar Kak Anis.
Dari 40 peserta pelatihan yang berasal dari enam Kwarda, terungkap bahwa rata-rata karakter mereka berada di kuadran Sensing–Intuitive, diikuti oleh Thinking–Feeling, dan sebagian kecil di kuadran lainnya. Temuan ini menjadi materi berharga bagi refleksi pribadi dan perencanaan strategi kolaborasi dalam kelompok proyek mereka.
Khusus bagi delegasi Kwarda Jatim, pemahaman MBTI ini diharapkan dapat menjadi bekal tambahan dalam menghadapi tantangan Manajemen Proyek Tahap 2 yang telah disampaikan sebelumnya. Dengan mengetahui preferensi rekan satu tim, mereka dapat mengoptimalkan peran masing-masing dan menjamin tercapainya tujuan proyek digitalisasi budaya Tuban yang tengah mereka kembangkan.
Pelatihan Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila ini diselenggarakan atas dukungan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, dan akan berlangsung hingga 29 Oktober 2025.
Pusdatin Kwarda Jatim