Yogyakarta, 25 Oktober 2025 – Pelatihan Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital terus menghadirkan materi inspiratif. Pada Sabtu (25/10), para peserta, termasuk enam delegasi terbaik dari Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, mendapatkan sesi penguatan Norma dan Etika Kepemimpinan Gerakan Pramuka yang disampaikan langsung oleh Kak GKR Mangkubumi. Beliau merupakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Bakti Indonesia Emas dan Ketua Kwarda DIY periode 2015-2025.
Dalam paparannya, Kak GKR Mangkubumi berbagi kisah personalnya, mengawali dengan pesan Ayahanda, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menekankan pentingnya pendidikan tinggi dan kemandirian bagi putri-putrinya.Beliau juga menceritakan pengalaman berbisnis—mulai dari berjualan ayam hingga beras—yang memberikannya banyak pembelajaran tentang mentalitas, menganalisis fluktuasi pasar, dan mengelola modal.
Namun, minat terbesar Kak GKR Mangkubumi justru tertuju pada organisasi dan masyarakat. Pengalaman panjangnya di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hingga akhirnya memimpin Kwarda DIY sejak 2015 menjadi pelajaran berharga bagi para delegasi Jatim.
“Melalui organisasi, saya bisa belajar banyak, menyelesaikan berbagai masalah, mempunyai banyak teman, dan mengenal banyak karakter orang,” ujarnya, sembari menegaskan bahwa perempuan itu harus berani karena memiliki potensi besar.
Pesan utama yang ditekankan kepada para delegasi Kwarda Jatim adalah: ketika menjadi pemimpin atau orang sukses, wajib hukumnya untuk bisa bermanfaat bagi manusia lainnya.
Delegasi Kwarda Jatim secara spesifik mempelajari kerangka dasar kepemimpinan Pramuka. Kak GKR Mangkubumi memberikan pengertian mendetail tentang Norma, Etika, Adab, dan Sopan Santun dalam berorganisasi. Poin penting yang diserap adalah filosofi “empan papan”, yang berarti bertindak dan menempatkan sesuatu pada tempatnya sebuah prinsip etis yang relevan untuk diterapkan di struktur Dewan Kerja.
Beliau juga memberikan contoh-contoh praktis penerapan norma, seperti: 1. Sikap terbuka dan menerima kritik. 2. Menjaga rahasia dan kepercayaan anggota. 3. Memberikan keteladanan dalam pengambilan keputusan dan bersikap adil dan santun.
“Tunjukkan bahwa kita mampu menjadi pemimpin yang baik,” tegas Kak GKR Mangkubumi, mengakhiri sesi.
Pelatihan Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila ini tidak hanya menjadi ajang penyerapan ilmu, tetapi juga wadah pertemuan bagi Pramuka Penegak/Pandega terbaik se-Jawa dan Bali. Kwarda DIY, sebagai tuan rumah yang dipimpin oleh Kak GKR Mangkubumi (selaku Ketua Kwarda DIY), menyambut hangat seluruh delegasi antar-daerah.
Suasana pertemuan yang tercipta mendorong terjalinnya ikatan persaudaraan dan kolaborasi yang erat, sejalan dengan nilai Persatuan Indonesia. Diharapkan, pengalaman di organisasi dan interaksi antar-daerah ini menjadi pembelajaran berharga bagi para delegasi Jatim untuk menghadapi kehidupan dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Pusdatin Kwarda Jatim