Srono, Banyuwangi — MI Al Ma’arif Rejoagung, Kecamatan Srono, menyelenggarakan kegiatan perkemahan bertajuk “Galang Ceria dan Siaga Gembira” pada 9–10 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini menjadi sarana pembinaan karakter peserta didik melalui aktivitas kepramukaan yang edukatif, religius, dan menyenangkan.
Kepala pangkalan MI Al Ma’arif Rejoagung, Kak Busairi, S.Pd.I, selaku Ketua Gugus Depan 10.193–10.194, menegaskan bahwa kemah ini bukan hanya agenda rutin, tetapi merupakan momentum penting untuk membentuk karakter peserta didik.
“Perkemahan ini mengajarkan disiplin, mandiri, tertib, dan menjauhkan diri dari perilaku perundungan. Ini juga menjadi momen untuk menambah ilmu dan menjaga almamater dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Kegiatan dimulai pada Selasa pagi dengan shalat dhuha berjamaah dan upacara pembukaan yang diisi pesan tentang kedisiplinan dan leadership. Peserta kemudian mengikuti berbagai materi kepramukaan seperti pengenalan sandi semaphore dan morse, yel-yel, PBB, Dasa Dharma, Pankim, serta halang-rintang yang mengasah ketangkasan dan kekompakan.
Pada siang hari, seluruh peserta melaksanakan shalat dzuhur berjamaah sebelum melanjutkan kegiatan tajabur alam atau penjelajahan yang menjadi salah satu momen paling ditunggu.
Sementara itu, pada malam harinya peserta kembali mengikuti shalat magrib dan isya berjamaah, dilanjutkan istighosah akbar sebagai bentuk pembinaan spiritual.
Selepas itu, peserta bersiap untuk agenda api unggun yang diwarnai Pentas Sejuta Kreasi, menampilkan beragam kreativitas dari tiap regu baik seni, yel-yel, maupun pertunjukan bakat.
Memasuki dini hari, peserta melakukan shalat tahajud, kemudian shalat subuh berjamaah, dan dilanjutkan sesi sentuhan qolbu yang memberi nilai ketenangan dan refleksi diri. Kegiatan hari kedua ditutup dengan Senam Kesehatan Jasmani, jalan sehat, bakti sosial, serta upacara penutupan.
Perkemahan ini diharapkan dapat mencetak peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, religius, dan bangga terhadap almamater MI Al Ma’arif Rejoagung.
Pewarta : Wahyu Pribadi