Surabaya – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Jawa Timur Lokal Surabaya menggelar kegiatan Special Event Station (SES) 10 November 2025 sebagai bentuk peringatan Hari Pahlawan. Kegiatan ini dipusatkan di Surabaya dan turut diikuti operator amatir radio dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan mengusung tema “Menjaga Semangat Juang Lewat Udara”, kegiatan SES ini tidak hanya menjadi ajang komunikasi radio, tetapi juga sarana meneguhkan kembali nilai historis perjuangan arek–arek Suroboyo pada 10 November 1945. Semangat itu diwujudkan melalui gelombang udara yang menjangkau ribuan kilometer dari berbagai titik pemancar.
Wakil Ketua ORARI Daerah Jawa Timur Lokal Surabaya, Bambang Suyanto (YB3THZ), dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa Hari Pahlawan bukan hanya mengenai sejarah, namun menjadi pengingat tentang keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih. “Para pejuang dulu tidak bertanya apa yang akan mereka dapatkan. Mereka hanya bertanya satu hal: Apa yang bisa saya korbankan untuk kemerdekaan ini? Itulah semangat yang ingin kita hidupkan kembali hari ini,” ujarnya.
Menurut Bambang, amatir radio memiliki peran penting sebagai penyampai pesan persatuan. Melalui komunikasi di udara, ORARI berupaya mempertahankan nilai solidaritas, etika berkomunikasi, serta pemanfaatan teknologi untuk hal yang positif. “Kita adalah pejuang zaman ini. Pejuang di balik mikrofon dan antena, yang menyatukan Indonesia dari Sabang sampai Merauke lewat suara yang tak terlihat, tetapi mampu dirasakan sampai ke hati,” katanya.
Kegiatan SES dengan panggilan khusus 8A10N ini juga menjadi upaya ORARI untuk menyampaikan pesan kepada generasi muda bahwa perjuangan tidak berhenti. Bentuk perjuangan dapat berubah mengikuti zaman, namun nilai keberanian, persatuan, dan tanggung jawab tetap harus dijaga.
Atas terselenggaranya kegiatan ini, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, operator, dan anggota ORARI yang berpartisipasi. “Semoga kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat 10 November tidak pernah padam. Ia hanya berpindah dari medan tempur fisik ke medan udara,” tutup Bambang.
Dengan penuh ruh perjuangan, pembukaan SES ini diakhiri dengan pekik “Merdeka!” sebagai simbol tekad menjaga warisan nilai kepahlawanan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Pusdatin Kwarda Jatim