Pramukarek.or.id, Jember – Perjalanan selama sembilan belas hari mengikuti Lomba Iklim Gugus Depan Pramuka Jawa Timur tahun 2025 menjadi pengalaman yang luar biasa bagi Gugus Depan Pramuka MTsN 6 Jember. Kegiatan ini dimulai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta peningkatan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga bumi melalui aksi konkret. Lomba yang diadakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur ini berlangsung dengan berbagai tahapan dan tantangan yang mendorong seluruh peserta untuk menunjukkan kreativitas, ketelitian, serta komitmen dalam membangun gugus depan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melalui lomba inilah peserta menemukan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang mereka lakukan di lingkungan madrasah.
Selama sembilan belas hari, seluruh anggota gugus depan MTsN 6 Jember terlibat secara aktif dalam mengolah berbagai jenis sampah yang ada di lingkungan sekolah. Pengolahan sampah organik dan non-organik menjadi fokus utama. Sampah organik diproses menjadi kompos alami yang kemudian dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di area penghijauan madrasah. Sementara itu, sampah non-organik, terutama plastik, dikumpulkan, dipilah, dan diolah kembali menjadi berbagai karya bernilai guna seperti koprik, wadah serbaguna, hiasan edukatif, hingga model hidroponik alami berbahan botol bekas. Semua ini dilakukan sebagai bentuk jawaban atas tantangan lomba dan sebagai upaya menciptakan budaya ramah lingkungan di gugus depan.
Penghijauan lingkungan gugus depan juga menjadi salah satu kegiatan paling berdampak. Peserta menanam berbagai jenis tanaman produktif dan tanaman hias yang mampu menambah kesegaran suasana madrasah. Setiap penanaman dilakukan dengan penuh kesadaran mengenai manfaat jangka panjang yang dapat dirasakan bersama. Selain itu, peserta juga bertanggung jawab dalam merawat tanaman yang ditanam, menyiramnya secara teratur, serta menjaga kebersihan area sekitar sehingga menciptakan lingkungan belajar yang asri, nyaman, dan edukatif. Kegiatan ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga meningkatkan kepedulian peserta terhadap alam.
Pemanfaatan air hujan turut menjadi bagian penting dalam perjalanan lomba. Peserta menciptakan sistem penampungan air hujan sederhana yang digunakan untuk menyiram tanaman dan membersihkan area tertentu di lingkungan madrasah. Inovasi ini membuktikan bahwa dengan kreativitas, peserta dapat menghadirkan solusi ramah lingkungan yang mengedukasi dan efisien. Sistem ini dirancang agar mudah digunakan oleh seluruh anggota gugus depan dan dapat menjadi model percontohan bagi sekolah lain. Dari kegiatan ini, peserta belajar bahwa air adalah sumber kehidupan yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.
Selama keseluruhan pelaksanaan lomba, Gugus Depan MTsN 6 Jember selalu mendapatkan pendampingan penuh dari Pembina Satuan, Kak Taufan Bayu Sakbana. Sejak hari pertama hingga hari ke sembilan belas, beliau memastikan bahwa seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana, penuh kedisiplinan, dan tetap berada pada jalur edukatif. Selain itu, pendampingan juga diberikan oleh Bapak Samsul Arifin sebagai pembina gugus depan serta Kak Fathur Rosi selaku Ketua Gugus Depan Pramuka MTsN 6 Jember yang memastikan setiap proses pembinaan berjalan selaras dengan nilai-nilai kepramukaan. Tiga sosok inilah yang menjaga arah perjalanan lomba agar benar-benar menjadi ajang pembelajaran bagi seluruh peserta.
Dukungan maksimal juga diberikan oleh Kepala MTsN 6 Jember, Bapak Nur Wahid,S.Pd.I,. M.Pd.I, yang terus memotivasi peserta untuk memberikan yang terbaik. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan dalam lomba tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi dari proses dan pembiasaan baik yang dijalankan peserta setiap hari. Seluruh dewan guru di MTsN 6 Jember turut memberikan dukungan moral, fasilitas, dan ruang belajar sehingga peserta merasa dihargai, diapresiasi, dan didorong untuk terus berinovasi. Kolaborasi antara pembina, peserta didik, dan seluruh unsur madrasah membuat perjalanan sembilan belas hari ini menjadi pengalaman bermakna yang sulit dilupakan.
Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini sangat luar biasa. Selain menghasilkan lingkungan madrasah yang lebih bersih, hijau, dan tertata, peserta juga mendapatkan pengalaman belajar mengenai pengelolaan sampah, pemanfaatan limbah plastik, penghematan air, serta pentingnya kerja sama dalam tim. Kebiasaan baru yang terbentuk selama sembilan belas hari ini menjadi bekal penting bagi peserta dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa perubahan positif dapat dilakukan melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Gugus Depan MTsN 6 Jember menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang telah menyelenggarakan Lomba Iklim Gugus Depan tahun 2025. Melalui kegiatan ini, peserta didik mendapatkan pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memahami bahwa Pramuka adalah gerakan yang mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Perjalanan sembilan belas hari ini tidak hanya menghasilkan karya dan inovasi, tetapi juga membentuk karakter serta pola pikir peduli lingkungan yang akan terus berkembang di masa depan.
Penulis Taufan Bayu sakbana