Home » Pramuka Surabaya Bantu Evakuasi Jenazah Anak 12 Tahun di Tengah Arus Balik Pelabuhan Tanjung Perak

Pramuka Surabaya Bantu Evakuasi Jenazah Anak 12 Tahun di Tengah Arus Balik Pelabuhan Tanjung Perak

by Humas Kwarda Jatim
0 comments

SURABAYA – Suasana duka menyelimuti Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu, 29 Maret 2026 sore, di tengah padatnya arus balik Lebaran. Sejumlah anggota Pramuka yang tengah bertugas dalam Karya Bakti Lebaran 2026 turut membantu proses evakuasi jenazah seorang anak penumpang dari KM Awu yang baru tiba dari Kumai.

Korban diketahui bernama Hidayatus S. Rizki (12), warga Desa Tamanharjo 01/03, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berdasarkan keterangan petugas kesehatan kapal, korban dinyatakan meninggal dunia saat perjalanan menuju Surabaya pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 WIB, ketika seorang ibu membawa anaknya ke poliklinik kapal dengan bantuan penumpang lain. Saat diperiksa, kondisi korban sudah sangat lemah, tidak responsif, dengan wajah pucat serta tanda vital yang menurun.

Petugas kesehatan kapal segera memberikan penanganan darurat, termasuk pemberian oksigen sekitar 5 liter per menit dan tindakan medis lain untuk menstabilkan kondisi. Sempat terjadi perbaikan, namun kondisi korban kembali memburuk saat kapal mendekati Surabaya.

Sekitar pukul 15.55 WIB, kondisi korban dilaporkan menurun drastis. Lima menit kemudian, tepat pukul 16.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia setelah tidak ditemukan napas, detak jantung, serta suhu tubuh yang semakin menurun.

Dari keterangan sang ibu, sebelum perjalanan korban mengalami demam tinggi selama dua hari dan memiliki riwayat penyakit cukup lama. Namun kondisi tersebut tidak sempat dilaporkan kepada petugas kesehatan sebelum keberangkatan kapal.

Saat KM Awu bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, proses evakuasi jenazah dilakukan dengan bantuan anggota Pramuka yang sedang bertugas. Mereka bergerak cepat membantu koordinasi serta mendampingi keluarga korban.

Anggota Pramuka yang terlibat dalam penanganan di lapangan antara lain Lucky Choirul Akbar, Rakha Zuhdi, M. Agung Wicaksono, dan Kayla Tasbitah.

Koordinator Lapangan Karya Bakti Lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak, Maulana Mega Prasetya, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa para relawan langsung bergerak setelah menerima laporan dari petugas kapal.

“Begitu mendapat informasi, teman-teman Pramuka segera membantu evakuasi sekaligus mendampingi keluarga korban. Situasinya sangat mengharukan karena korban masih anak-anak,” ujarnya.

Maulana menambahkan, relawan Pramuka yang bertugas selama masa mudik dan arus balik memang disiapkan untuk membantu berbagai kebutuhan di pelabuhan, mulai dari layanan informasi, bantuan penumpang, hingga penanganan kondisi darurat.

Di tengah ramainya aktivitas pelabuhan, proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian dan empati. Sejumlah penumpang tampak terdiam menyaksikan kejadian tersebut, sementara keluarga korban terlihat sangat terpukul.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk perjalanan mudik, terdapat kisah kemanusiaan yang menyentuh. Kehadiran relawan Pramuka tidak hanya membantu kelancaran arus penumpang, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan saat situasi darurat terjadi.

Pusdatin Kwarda Jatim

You may also like

Leave a Comment