PASURUAN — Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur membuktikan bahwa instruksi ketahanan pangan bukanlah sekadar teori di dalam ruangan. Melalui inisiatif nyata bertajuk “Ketahanan Pangan 1 Pramuka 1 Produk”, para peserta Pembinaan Gugus Depan langsung diterjunkan ke area pertanian terpadu di Kebun Pak Budi, Pasuruan, pada 20 hingga 21 Mei 2026.
Peserta didampingi secara intensif oleh fasilitator ahli dari tim manajemen pengelola Kebun Pak Budi, para anggota Pramuka diajak untuk mengotori tangan mereka secara langsung, mulai dari mengelola persemaian hingga turun ke lumpur sawah. Langkah taktis ini diambil untuk memastikan setiap peserta benar-benar menguasai keterampilan agrikultur dasar yang siap diduplikasi di lingkungan sekitar pangkalan mereka.
Sesi praktik lapangan ini dirancang secara komprehensif dengan membedah tiga metode pertanian yang aplikatif untuk berbagai kondisi lahan di masyarakat. Para peserta dilatih merakit dan mengelola instalasi hidroponik sebagai solusi ketahanan pangan di lahan sempit perkotaan.
Selain itu, mereka juga mempraktikkan teknik stek batang pada tumbuhan dikotil untuk mempercepat proses budidaya tanaman keras, serta melakukan metode penanaman padi langsung di lahan basah. Melalui kolaborasi dengan praktisi profesional Kebun Pak Budi, Pramuka Jawa Timur memastikan standar transfer ilmu yang tepat guna, mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya tangguh bertahan hidup, tetapi juga produktif mencetak bahan pangan pokok bagi kemandirian ekonomi masyarakat.
Pusdatin Kwarda Jatim
