Nganjuk, 2 Desember 2025 — Pramuka Gugus Depan MTs Negeri 7 Nganjuk atau yang dikenal dengan ZAIBER SCOUT berhasil menorehkan prestasi membanggakan melalui rangkaian Aksi Lomba Iklim Gudep Pramuka Jawa Timur 2025. Selama 21 hari penuh, mereka menjalankan tiga tantangan utama yang masing-masing difokuskan pada penghijauan, konservasi air, serta pengelolaan sampah. Gerakan ini menjadi bukti komitmen kuat ZAIBER SCOUT dalam menjaga lingkungan, sekaligus mewujudkan semangat “Bergerak Menuju Kejayaan” yang dimulai dari aksi nyata peduli bumi.
Pada pekan pertama, ZAIBER SCOUT melaksanakan Challenge 1 bertema “Hijaukan Gudepku”. Tantangan ini menjadi awal transformasi besar bagi lingkungan madrasah yang sebelumnya tampak gersang. Seluruh anggota bekerja mengolah tanah, menata area tanam, menanam bibit, serta melakukan penyiraman dan perawatan intensif. Hasilnya luar biasa, lingkungan yang semula tandus berhasil disulap menjadi taman hijau yang asri dan menenangkan. Berdasarkan rekap aksi harian dari Senin hingga Minggu (1–7), total 251 tanaman baru berhasil tumbuh subur. Keberhasilan ini bukan sekadar angka, tetapi simbol dari kekompakan, kerja keras, dan kepedulian para tuna muda ZAIBER SCOUT terhadap kelestarian lingkungan sekolah.
Memasuki pekan kedua, fokus beralih pada Challenge 2 bertema “Jaga Setetes Air”. Pada tantangan ini, ZAIBER SCOUT tidak hanya melakukan perbaikan infrastruktur air, tetapi juga menjalankan edukasi masif tentang pentingnya konservasi air. Sebanyak 800 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 menerima sosialisasi hemat air. Dalam aksi konkret, ZAIBER SCOUT berhasil mengganti 10 kran bocor atau rusak, membersihkan 5 titik saluran air vital, membuat 10 lubang biopori, serta membangun 2 bak penampung air hujan sebagai sumber air alternatif berkelanjutan. Selain itu, mereka memasang 21 stiker “Hemat Air” di berbagai lokasi strategis madrasah untuk mengingatkan warga sekolah agar bijak menggunakan air. Serangkaian aksi tersebut membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Pada pekan ketiga, ZAIBER SCOUT menuntaskan Challenge 3 bertema “Gudep Tanpa Sampah”, sebuah tantangan yang sangat relevan dengan masalah lingkungan masa kini. Aksi edukasi kembali dilaksanakan dan berhasil menjangkau 792 siswa melalui sosialisasi pengelolaan sampah. Program ini menanamkan kesadaran sejak dini bahwa sampah merupakan tanggung jawab bersama. Dalam pengelolaan sampah, ZAIBER SCOUT berhasil mengurangi 13,958 kg sampah plastik kemasan, sebuah capaian signifikan yang berdampak langsung pada pengurangan polusi plastik di lingkungan madrasah. Mereka juga melakukan pemilahan sampah secara terstruktur dengan rincian: 2,748 kg sampah organik, 1,729 kg anorganik, dan 17,223 kg sampah residu. Selain itu, sampah organik hasil pembersihan halaman yang mencapai 4,061 kg serta pengolahan sampah organik melalui komposter sebanyak 6,809 kg berhasil dimanfaatkan kembali menjadi bahan ramah lingkungan. Sampah anorganik yang terkumpul juga diolah menjadi 48 produk daur ulang kreatif yang bernilai guna. Untuk memperkuat budaya kebersihan, ZAIBER SCOUT menempelkan 5 stiker “Buanglah Sampah pada Tempatnya” serta 14 stiker pemilahan organik–anorganik.
Jumlah partisipan juga menjadi indikator penting keberhasilan kegiatan ini. Pada pekan pertama tercatat 103 siswa aktif terlibat, meningkat menjadi 113 siswa pada pekan kedua, dan berjalan konsisten dengan 67 siswa pada pekan ketiga. Data tersebut menunjukkan bahwa ZAIBER SCOUT tidak hanya menjalankan aksi, tetapi juga berhasil menjadi penggerak perubahan yang menginspirasi ratusan siswa lain untuk turut serta dalam gerakan peduli lingkungan.
Seluruh capaian ini membuktikan bahwa ZAIBER SCOUT bukan sekadar peserta lomba, tetapi pemimpin perubahan sebenarnya. Mereka telah mengubah lahan gersang menjadi taman kehidupan, menumbuhkan 251 tanaman, memperbaiki infrastruktur air, melakukan edukasi massal, hingga berhasil mengurangi lebih dari 13 kg sampah plastik. Lomba Iklim Gudep Jatim 2025 menjadi momentum besar bagi ZAIBER SCOUT untuk menunjukkan bahwa pramuka adalah garda terdepan dalam aksi keberlanjutan. Gerakan ini membawa MTs Negeri 7 Nganjuk selangkah lebih dekat menuju kejayaan yang sejati—diukur bukan hanya dari prestasi akademik, tetapi dari kontribusi nyata mereka bagi bumi.
Penulis: Habibi Rachman