SURABAYA – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Rungkut menggelar Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI) pada 16–18 Oktober 2026. Kegiatan yang dipadukan dengan gebyar peringatan Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, Hari Guru Nasional, dan Hari Kebudayaan Nasional ini menghadirkan semangat kolaborasi, edukasi komunikasi, serta ajang kreativitas bagi generasi muda.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di kawasan Lapangan Rungkut Asri RW VII, Kelurahan Rungkut Kidul, Surabaya. Selain mengenalkan komunikasi melalui radio amatir dan internet kepada anggota Pramuka, kegiatan ini juga diramaikan dengan senam kebersamaan, penampilan Reog Bathoro Katong, lomba fashion show daur ulang, serta kompetisi yel-yel dan perkusi berbahan bekas.
Ketua Kwarran Rungkut, Imam Bahrozi, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki penyelenggaraan ketiga. Menurut dia, JOTA-JOTI bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk memberikan pengalaman belajar, mempererat kebersamaan, dan menghadirkan kegiatan yang menyenangkan bagi Pramuka di Surabaya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan tahun ini semakin semarak melalui sinergi dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Surabaya. Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal dunia komunikasi radio amatir sekaligus memahami pemanfaatan teknologi komunikasi sebagai sarana pembelajaran dan pertukaran informasi.
Dalam sambutan pembukaan, Agnes Warsiati ketua PGRI Kota Surabaya menyampaikan kebanggaannya terhadap terselenggaranya kegiatan yang melibatkan banyak unsur pendidikan dan kepramukaan. Ia menilai kolaborasi antara PGRI Cabang Rungkut, Kwarran Rungkut, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Rungkut, dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Rungkut menjadi kekuatan tersendiri. Sinergi lintas organisasi tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam membangun kegiatan pendidikan yang lebih kolaboratif.
Ketua Harian Kwarran Rungkut, Zaenal Mahmudi, menegaskan bahwa JOTA-JOTI tahun ini dikembangkan melalui kerja sama dengan ORARI dan berbagai pihak. Tidak hanya berfokus pada kegiatan komunikasi radio dan internet, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah agenda pendamping, termasuk kompetisi antarsekolah dasar. Menurut dia, kepanitiaan dan partisipasi kegiatan terbuka luas, tidak terbatas bagi warga Rungkut, tetapi juga melibatkan peserta dari wilayah lain di Surabaya bahkan ada dari Bangkalan.
Besarnya antusiasme peserta terlihat dari jumlah keikut sertaan yang mencapai 1.249 orang. Andalan Siaga Putri Kwarran Rungkut, Lila, menyampaikan bahwa JOTA-JOTI kali ini tidak hanya menyasar Pramuka Penegak dan Pandega. Anggota Pramuka Penggalang dan Siaga juga dilibatkan melalui pengenalan, penyuluhan, serta sosialisasi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah lomba fashion show daur ulang dan yel-yel perkusi antarsekolah dasar. Kedua kategori tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas, keberanian tampil di depan umum, kekompakan kelompok, dan kemampuan berekspresi. Fashion show mengajak peserta menampilkan busana berbahan daur ulang, sedangkan lomba yel-yel dan perkusi menguji semangat, kreativitas, serta kerja sama tim.
Pada kategori fashion show, SDN Penjaringan Sari 2 berhasil meraih Juara I dengan nilai 741. Posisi Juara II ditempati SDN Rungkut Kidul I/267 dengan nilai 737, disusul SD Islam Wachid Hasyim sebagai Juara III dengan nilai 735. Sementara itu, Harapan I diraih SD Yamassa dengan nilai 725, Harapan II oleh SD Juara dengan nilai 723, dan Harapan III oleh SDN Kedung Baruk I/275 dengan nilai 721.
Persaingan tak kalah menarik berlangsung pada kategori yel-yel dan perkusi. SD Juara keluar sebagai Juara I dengan nilai 650, diikuti SD Negeri Kendangsari IV sebagai Juara II dengan nilai 622. SDN Rungkut Kidul I/267 menempati Juara III dengan nilai 616. Adapun penghargaan Harapan I diraih SD Islam Wachid Hasyim dengan nilai 608, Harapan II oleh SDN Medokan Ayu 1/270 dengan nilai 601, serta Harapan III oleh SD Nurul Faizah dengan nilai 599.
Selain perlombaan, gebyar kebersamaan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, dimeriahkan senam bersama, penampilan Reog Bathoro Katong, sambutan para pemangku kepentingan, serta kampanye pilah sampah. Kegiatan tersebut turut membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Perpaduan kegiatan kepramukaan, seni budaya, pendidikan, dan kepedulian lingkungan menjadikan acara ini lebih dari sekadar pertemuan anggota Pramuka.
Rangkaian JOTA-JOTI dijadwalkan berlanjut hingga Minggu, 18 Oktober 2026, dengan sesi akhir kegiatan, ISHOMA, penutupan atau sayonara, serta bersih-bersih lapangan. Seluruh rangkaian tersebut diharapkan memperkuat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Keterlibatan berbagai organisasi juga menjadi bukti bahwa kegiatan pembinaan generasi muda akan semakin kuat apabila dilaksanakan melalui kerja sama.
Keberhasilan kegiatan ini sekaligus menjadi dorongan bagi anggota Pramuka dan para pelajar untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkompetisi secara sehat, serta menjunjung tinggi semangat persaudaraan. Apresiasi diberikan kepada seluruh peserta, pembina, guru pendamping, panitia, ORARI, dan mitra penyelenggara yang telah berkontribusi. Melalui JOTA-JOTI dan gebyar peringatan hari-hari nasional ini, Kwarran Rungkut menunjukkan bahwa Pramuka dapat menjadi ruang belajar yang edukatif, kreatif, inklusif, dan menyenangkan bagi generasi muda. (KTJ)
Pusdatin Kwarda Jatim