​SURABAYA, INDONESIA (16/10) — Perpaduan harmonis antara kemajuan teknologi komunikasi global dan pelestarian budaya lokal mewarnai peresmian fase luring (offline) Jamboree On The Air dan Jamboree On The Internet (JOTA-JOTI) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur 2026. Berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, agenda akbar kepanduan ini resmi dibuka di Kantor Kwarda Jawa Timur, Surabaya. Pembukaan tatap muka ini menjadi momentum krusial yang mengukuhkan keberhasilan penyelenggaraan fase daring (online) sebelumnya yang sukses menjaring ribuan partisipan dari belasan provinsi di tanah air.

​Momen sakral pada awal upacara tersebut ditandai dengan pelaksanaan prosesi Adat Brawijaya yang dipimpin langsung oleh Penanggung Jawab Program sekaligus Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur, Kak Yusya Giri Pangestu, S.I.Kom. Di hadapan seluruh hadirin, pusaka adat berupa kapak yang dihiasi untaian ronce bunga melati dibawa ke tengah ruang pertemuan. Kehadiran pusaka ini merupakan simbolisasi kearifan lokal sekaligus manifestasi nyata komitmen persaudaraan sejati para pandu Jawa Timur di tengah masifnya arus digitalisasi dunia.

​Usai prosesi adat yang penuh wibawa tersebut, peresmian dilanjutkan oleh Sekretaris Kwarda Jawa Timur, Kak Bambang Suyanto, S.H., S.Sos., M.Si., yang bertindak sebagai pembina upacara. Berdiri di mimbar podium, beliau secara resmi meresmikan dimulainya transmisi gelombang radio dan komunikasi internet stasiun induk. Upacara pembukaan ini disaksikan secara langsung oleh 76 perwakilan pandu dari berbagai Kwartir Cabang se-Jawa Timur yang tampak gagah mengenakan seragam pramuka lengkap dengan baret cokelat, yakni Kak Yusya Giri Pangestu, S.I.Kom selaku Ketua DKD Jatim yang membuka kegiatan secara adat.

​Dalam amanatnya, Kak Bambang menekankan pesan diplomatis di balik penyelenggaraan JOTA-JOTI tahun ini yang mengusung tema besar “A Peaceful and Inclusive World: Youth Voices for SDGs” (Dunia yang Damai dan Inklusif: Suara Pemuda untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Beliau menginstruksikan agar seluruh infrastruktur teknologi yang dioperasikan selama tiga hari ke depan, terhitung hingga Minggu (18/10), tidak hanya diisi dengan percakapan teknis biasa. Sebaliknya, kanal-kanal tersebut wajib menjadi mimbar bebas bagi pemuda untuk mengadvokasi perdamaian secara konkret di udara.

​Lebih lanjut, Kak Bambang mendorong seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk berada di garda terdepan dalam menyuarakan kampanye anti-diskriminasi. Esensi dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata, dimulai dari memastikan ruang interaksi maya maupun lingkungan kepanduan yang sungguh-sungguh aman dan inklusif bagi semua golongan. Pesan universal dari beliau ini memicu semangat para delegasi untuk mengoptimalkan jangkauan lintas batas negara yang ditawarkan oleh perangkat radio amatir.

​Gelombang antusiasme pada fase luring ini sejatinya merupakan akumulasi dari kesuksesan luar biasa pada fase daring (online) yang telah diselenggarakan pada 12 hingga 14 Oktober 2026 lalu. Berdasarkan manajemen acara yang dirancang sistematis oleh DKD Jatim, sesi edukasi dan pembekalan Pra-JOTA-JOTI tersebut berhasil memecahkan rekor partisipasi. Tercatat sebanyak 1.211 anggota pandu turut ambil bagian secara interaktif dalam serangkaian simulasi komunikasi jarak jauh.

​Tidak tanggung-tanggung, ribuan peserta daring tersebut bukan hanya berasal dari internal Jawa Timur, melainkan representasi dari 16 Kwartir Daerah se-Indonesia. Keterlibatan lintas provinsi yang masif ini secara otomatis mengukuhkan Jawa Timur sebagai salah satu episentrum utama pergerakan JOTA-JOTI di tingkat nasional. Sesi pembekalan tersebut telah membekali para peserta dengan kompetensi teknis sekaligus pemahaman etika komunikasi udara yang presisi sebelum mereka benar-benar mengendalikan stasiun induk luring saat ini.

​Untuk menjamin kelancaran operasional di lapangan, penyelenggara memastikan stasiun ini, Kwarda Jawa Timur beroperasi di bawah payung regulasi telekomunikasi yang ketat berkat sinergi dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Jawa Timur. Dukungan teknis tingkat tinggi ini terlihat dari keakraban para pakar ORARI—yang tampil khas dengan kemeja seragam oranye-putih mereka—ketika mendampingi pimpinan Kwarda di lokasi acara. Kolaborasi strategis ini mengawal ketat kelancaran operasi callsign resmi YH3AAJ, memastikan suara pemuda Jawa Timur diakui keabsahannya dalam komunitas radio internasional.

Pusdatin Kwarda Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *