Surabaya – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur akan menggelar Festival Ketahanan Pangan 2026 sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Program ini bagian visi Pramuka Produktif yang menjadi gerakan nyata Pramuka dalam mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda.
Festival ini terbuka bagi seluruh Gugus Depan, baik yang berada di Jawa Timur maupun dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh golongan Pramuka dapat berpartisipasi, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, hingga Pembina dan anggota dewasa.
Ketua Kwarda Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sebuah gerakan bersama untuk membangun budaya menanam di lingkungan Gugus Depan.
Menurutnya, setiap Gugus Depan akan melaksanakan proyek ketahanan pangan di pangkalan masing-masing. Bentuk kegiatannya dapat disesuaikan dengan kondisi setempat, seperti menanam sayuran, buah-buahan, tanaman pangan lokal, hingga budidaya sederhana menggunakan sistem hidroponik maupun tabulampot.
“Festival ini bukan sekadar lomba. Ini adalah gerakan. Kami ingin setiap Gugus Depan memiliki aktivitas nyata yang memberi manfaat, baik bagi anggota maupun masyarakat di sekitarnya,” ujar Kak Arum.
Melalui kegiatan tersebut, anggota Pramuka tidak hanya belajar teknik bercocok tanam, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang mandiri, gemar bergotong royong, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
Lebih dari itu, hasil panen yang diperoleh nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan Gugus Depan ataupun dibagikan kepada masyarakat. Dengan demikian, manfaat festival tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata.
Program Festival Ketahanan Pangan ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas. Melalui gerakan ini, Kwarda Jatim ingin menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui aksi nyata yang berkelanjutan.
Kak Arum mengajak seluruh jajaran Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, serta Gugus Depan untuk segera mempersiapkan lahan tanam dan mulai merancang kegiatan di wilayah masing-masing. Ia mengusung semangat “Satu Gugus Depan, Satu Kebun” sebagai identitas gerakan yang diharapkan dapat tumbuh di seluruh Indonesia.
Informasi mengenai petunjuk teknis pelaksanaan, mekanisme pelaporan, serta tahapan Festival Ketahanan Pangan 2026 akan segera disosialisasikan melalui pertemuan daring.
Kwarda Jatim berharap festival ini menjadi inspirasi lahirnya ribuan kebun Pramuka yang mampu memperkuat ketahanan pangan, membangun karakter generasi muda, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pusdatin Kwarda Jatim

