Sekdaprov Jatim Apresiasi Program RTLH Pramuka, Dukung Pengentasan Kemiskinan

PASURUAN – Kwartir Daerah Jawa Timur menargetkan rehabilitasi 1.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.

Program yang mengusung skema “Satu Gugusdepan Satu RTLH” ini menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026, sekaligus menegaskan peran strategis Pramuka dalam menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat.

Melalui keterlibatan langsung hingga tingkat gugusdepan, Gerakan Pramuka Jawa Timur diharapkan mampu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni secara kolaboratif dan berbasis gotong royong.

“Program satu Gudep satu rumah RTLH ini luar biasa dan sangat mendukung upaya Pemprov dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pramuka dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan RTLH.

“Kebijakan kegiatan program pramuka ke depan harus betul-betul sinergi dan dirasakan berdampak nyata untuk membantu masyarakat kita,” tambahnya.

Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan seperti Pramuka menjadi faktor penting dalam mempercepat pencapaian target pembangunan, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan di Jawa Timur.

Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap program ini juga menjadi bukti kuatnya sinergi antara Pramuka dan pemerintah dalam menghadirkan program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Program RTLH tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang melibatkan partisipasi aktif anggota Pramuka dalam membantu masyarakat secara langsung.

Dengan melibatkan ribuan Gugus Depan di seluruh Jawa Timur, program ini diharapkan mampu meringankan beban pemerintah dalam penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Ke depan, Gerakan Pramuka Jawa Timur optimistis program ini tidak hanya mampu mencapai target 1.000 rumah, tetapi juga menjadi model kolaborasi sosial yang berkelanjutan dalam mendukung pembangunan daerah.

Pusdatin Kwarda Jatim