BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka, Kak Ipuk Fiestiandani, secara resmi melepas 32 anggota kontingen Kwarcab Banyuwangi yang akan mengikuti Jambore Nasional 2026. Pelepasan berlangsung di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, (10/08/2026). Kontingen tersebut terdiri atas 16 putra dan 16 putri, didampingi empat orang pendamping serta dua pimpinan kontingen.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa keikutsertaan dalam Jamnas bukan sekadar mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, memperluas pengalaman, menguatkan kemampuan berkolaborasi, serta memperkenalkan kearifan lokal dan potensi Banyuwangi kepada anggota Pramuka dari berbagai daerah.
Ia berharap seluruh anggota kontingen menjaga kesehatan agar mampu mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan baik dan penuh semangat. Pengalaman selama Jamnas juga diharapkan menjadi bekal pembelajaran yang dapat dibawa pulang.
“Peserta harus menjadi manusia yang kuat, berkarakter, dan berguna bagi bangsa. Ketika pulang, harus membawa ilmu dan pengalaman baru,” pesannya.
Menurutnya, pengalaman mengikuti kegiatan tingkat nasional tersebut harus menjadi bagian dari proses pembentukan pribadi yang semakin matang. Karena itu, anggota kontingen diminta tidak hanya aktif dalam setiap agenda, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan sesama Pramuka.
Kamabicab secara khusus menekankan pentingnya semangat kolaborasi. Mereka diharapkan mampu bekerja sama dengan rekan satu kontingen sekaligus terbuka untuk berinteraksi dengan anggota Pramuka dari daerah lain.
“Peserta harus semangat dalam berkolaborasi dengan teman sendiri maupun dengan sesama anggota Pramuka yang lain,” ujarnya.
Interaksi tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman sosial, membangun kebersamaan, serta membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpeserta.
Selain kolaborasi, Bupati juga meminta mereka menunjukkan karakter Banyuwangi selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, identitas daerah tidak hanya tercermin melalui nama kontingen atau atribut yang dikenakan, tetapi juga melalui sikap, perilaku, kepedulian, dan cara berinteraksi dengan orang lain.
“Jadikan Jambore Nasional sebagai identitas karakter Banyuwangi. Karakter ditentukan dengan hati dan empati,” pesannya.
Pesan tersebut menempatkan karakter sebagai salah satu bekal utama selama mengikuti kegiatan. Anggota kontingen diharapkan mampu menunjukkan sikap yang baik, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta membangun interaksi yang dilandasi empati.
Bupati juga mendorong mereka turut memperkenalkan kearifan lokal dan potensi daerah. Beberapa sektor yang disebutkan antara lain pertanian, pariwisata, serta berbagai kekayaan lokal lainnya yang dapat diperkenalkan melalui interaksi dengan peserta dari berbagai wilayah.
Dengan demikian, keikutsertaan kontingen dalam Jamnas diharapkan tidak hanya memberi pengalaman pribadi bagi anggotanya, tetapi juga menjadi ruang untuk membawa identitas Banyuwangi ke tingkat nasional.
Sebelumnya, Ketua Kwarcab Banyuwangi, Kak Mujiono, menyampaikan laporan kesiapan kontingen kepada Kamabicab. Dalam kesempatan tersebut, ia melaporkan komposisi peserta, pendamping, dan pimpinan kontingen serta memohon agar rombongan secara resmi diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Nasional 2026.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera dan penyematan tanda peserta sebagai simbol pemberangkatan kontingen.Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Pramuka, dilanjutkan dengan doa, laporan Ketua Kwarcab, prosesi pelepasan, serta sambutan Kamabicab.
Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan kontingen Banyuwangi menuju kegiatan kepramukaan tingkat nasional. Lebih dari sekadar mengikuti agenda, para peserta diharapkan mampu menjadikan Jamnas sebagai ruang belajar, memperluas pengalaman, membangun jejaring pertemanan, memperkuat karakter, dan meningkatkan kemampuan bekerja sama.
Pesan Kamabicab menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari keikutsertaan dalam kegiatan, tetapi juga dari ilmu, pengalaman, semangat kolaborasi, kepedulian, serta kemampuan membawa dan memperkenalkan kearifan lokal Banyuwangi dalam pergaulan kepramukaan tingkat nasional.
Pusdatin Kwarda Jatim

