Banyuwangi, 26 September 2026 — Kepala Pusdiklatda Argasonya Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Dr. Jainudin, memberikan penguatan kepada para pelatih dalam Pitaran Pelatih Batch II Pusdiklatcab Macan Putih Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi, Sabtu (26/9/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kemampuan pelatih beradaptasi terhadap perubahan karakter generasi dan perkembangan teknologi.

Kak Dr. Jainudin hadir secara virtual dalam kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Gugus Depan MTsN 5 Banyuwangi, Kecamatan Cluring. Pitaran diikuti 43 pelatih dari wilayah Banyuwangi Selatan dan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Dalam pengarahannya, Kak Dr. Jainudin menyoroti perubahan lingkungan pendidikan yang kini dihadapi para pelatih. Menurutnya, pelatih Pramuka tidak lagi berhadapan dengan peserta didik yang memiliki karakter relatif seragam, tetapi dengan generasi yang tumbuh pada situasi sosial dan perkembangan teknologi yang berbeda.

Generasi milenial, generasi Z hingga generasi Alpha mempunyai karakteristik masing-masing. Perbedaan tersebut menuntut pelatih tidak hanya menguasai materi kepelatihan, tetapi juga mampu menyesuaikan pendekatan pendidikan dengan kebutuhan dan karakter peserta didik.

“Pelatih hari ini memiliki tantangan untuk mampu mengorkestrasi peserta didik yang berasal dari generasi yang berbeda, mulai generasi milenial, generasi Z hingga generasi Alpha. Setiap generasi memiliki karakter yang sangat khas. Karena itu, pelatih harus terus bertumbuh dan mampu beradaptasi dengan teknologi,” kata Kak Dr. Jainudin dalam arahannya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penguatan utama dalam Pitaran Pelatih Macan Putih Banyuwangi. Adaptasi terhadap teknologi dipandang bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat digital, tetapi bagian dari kesiapan pelatih dalam memastikan proses pendidikan kepramukaan tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Kak Dr. Jainudin juga mengingatkan bahwa seluruh kegiatan pendidikan dan pelatihan kepramukaan yang dikelola Pusdiklat harus diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata. Pendidikan kepramukaan tidak berhenti pada proses kursus, tetapi harus menjadi jalan untuk melahirkan anggota Pramuka yang produktif serta memberikan manfaat di lingkungan masing-masing.

Orientasi tersebut selaras dengan arah program Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang disampaikan dalam forum Pitaran, salah satunya melalui dorongan satu gugus depan satu produk inovatif yang berdampak.

Dengan demikian, posisi pelatih memiliki peran strategis dalam mata rantai pendidikan kepramukaan. Kualitas pelatih akan berpengaruh terhadap kualitas proses pendidikan dan pelatihan, yang selanjutnya menentukan kualitas lulusan kursus ketika kembali menjalankan pengabdian di gugus depan.

Pitaran Pelatih Batch II juga dihadiri Andalan Binawasa Kwarcab Banyuwangi Kak Kusno Abiwibowo, unsur Pusdiklat yang diwakili H. Rozikon, jajaran pengurus Pusdiklatcab Macan Putih, serta para pelatih dari wilayah Banyuwangi Selatan.

Sekretaris Pusdiklatcab Macan Putih Banyuwangi, Kak Rofi Udin, dalam sesi berikutnya menyampaikan paparan mengenai cara pandang terhadap perkembangan kepramukaan serta keterhubungan program di tingkat lokal dengan berbagai inisiatif kepramukaan dunia.

Peserta diarahkan untuk memperluas wawasan dan keterlibatan dalam perkembangan kepramukaan global, termasuk melalui platform kepramukaan dunia yang diperkenalkan dalam kegiatan sebagai Scout For SDGs. Para peserta diharapkan memiliki akun pada platform tersebut dan dapat terhubung dengan berbagai inisiatif kepramukaan dunia yang linier dengan arah program kepramukaan di Indonesia.

Menurut Rofi Udin, peningkatan kapasitas pelatih harus bermuara pada peningkatan mutu proses pendidikan dan kualitas lulusan kursus.

“Pelatih tidak cukup hanya mampu menyelenggarakan kursus. Pendidikan dan pelatihan yang kita kelola harus menghasilkan lulusan yang berkualitas, mampu bergerak di gugus depan, sekaligus menjadi energi besar bagi Gerakan Pramuka di Kwartir Cabang Banyuwangi,” ujar Kak Rofi.

Pitaran Pelatih Macan Putih Banyuwangi tersebut didesain sebagai ruang penguatan kapasitas sekaligus konsolidasi para pelatih. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan fokus dan antusias untuk memperbarui wawasan serta memperkuat peran mereka dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

Peningkatan kualitas pelatih dinilai penting karena lulusan kursus pada akhirnya akan kembali bergerak di satuan terdepan pelayanan Gerakan Pramuka, yakni gugus depan. Di titik itulah hasil pendidikan dan pelatihan diuji melalui kemampuan pembina menghadirkan proses pendidikan kepramukaan yang relevan dan memberikan dampak bagi peserta didik.

Kehadiran dan penguatan dari Kapusdiklatda Argasonya dalam Pitaran Pelatih Macan Putih Banyuwangi sekaligus mempertegas pentingnya kesinambungan antara pengembangan kapasitas pelatih di tingkat cabang dengan arah pendidikan dan pelatihan Gerakan Pramuka di tingkat daerah.

Melalui Pitaran tersebut, Pusdiklatcab Macan Putih Banyuwangi mendorong para pelatih untuk terus bertumbuh, responsif terhadap karakter generasi, adaptif terhadap teknologi, serta mampu memastikan setiap proses pendidikan dan pelatihan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdampak nyata di gugus depan.

Pusdatin Kwarda Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *