GRESIK, 25 September 2026 — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gresik menyelenggarakan Kursus Mahir Lanjutan (KML) bagi pembina Pramuka golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak. Kegiatan ini diikuti 40 peserta dan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pada 25–27 September 2026 serta dilanjutkan pada 2–4 Oktober 2026.
KML menjadi bagian dari upaya Kwarcab Gresik dalam meningkatkan kompetensi pembina agar mampu mengembangkan pembinaan peserta didik sekaligus mengelola gugus depan secara lebih terarah, kreatif, dan inovatif.
Dalam arahannya, Kak Masyudi, S. E selaku waka Bidang Anggota Dewasa kwartir cabang Gresik menyampaikan bahwa Kwarcab Gresik menyiapkan peserta KML sebagai pembina mahir lanjutan yang memiliki kemampuan tidak hanya dalam pembinaan, tetapi juga dalam mengelola berbagai kegiatan kepramukaan.“Kwarcab menyiapkan kakak-kakak sebagai pembina mahir lanjutan. Kakak disiapkan sebagai manager, tetapi harus tetap andap asor, ramah kepada peserta didik, serta mampu berinisiatif agar Gerakan Pramuka tetap kondusif,” ujar Kak Yudi.
Beliau juga menekankan pentingnya komunikasi aktif selama proses pendidikan. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh panitia dan tim pembimbing, tetapi juga oleh keterlibatan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Sementara itu, pelatih KML, Kak Wibisono, menegaskan bahwa titik berat KML terletak pada rencana tindak lanjut (RTL) yang benar-benar dilaksanakan setelah kursus selesai. Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kursus akan kehilangan makna apabila tidak diterapkan dalam pembinaan di gugus depan.
“Peserta sebagai managerial diharapkan mampu memanajemen gugus depan agar lebih berinovasi. Ada materi-materi dasar yang diberikan untuk membantu peserta mengembangkan solusi terhadap berbagai permasalahan yang muncul di gugus depan,” jelas Kak Yusuf Wibisono.
Beliau juga menambahkan, pelaksanaan hasil KML perlu dilandasi dengan motto kepelatihan, “Ikhlas Bakti Bina Bangsa, Berbudi Bawa Laksana.” Nilai tersebut menjadi landasan bagi pembina untuk mengabdikan kompetensi yang diperoleh demi kemajuan Gerakan Pramuka.
Lulusan KML juga diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih luas dalam membantu kwartir, khususnya dalam kegiatan bina muda dan binawasa, serta membawa hasil pembelajaran ke dalam praktik pembinaan di gugus depan masing-masing.
Salah seorang peserta, Alif Wakhyudin dari Kwarran Manyar, MTs Miftahul Ulum Peganden, menyampaikan bahwa dirinya mengikuti KML dengan motivasi untuk mengembangkan diri menjadi pembina yang lebih baik.
“Saya ingin mengembangkan diri menjadi pembina yang lebih baik dan terus berkembang ke depannya. Saya juga berharap bisa lebih sering membuat kegiatan sehingga kiprah Kwarcab Gresik dapat semakin luas hingga ke tingkat Kwarda Jawa Timur,” ungkap Alif.
Melalui KML ini, Kwarcab Gresik berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mampu menerapkannya melalui program nyata di gugus depan. Dengan demikian, hasil kursus dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembinaan Pramuka di wilayah Gresik. (Nirafiyatur Risa)
Pusdatin Kwarda Jatim