SURABAYA, 20 Oktober 2026 – Menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan perubahan karakteristik generasi muda di era digital, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur menggelar Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) pada 18–24 Oktober 2026 di Gedung Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Surabaya.

Kegiatan yang diikuti 40 peserta utusan Kwartir Cabang se-Jawa Timur ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi pelatih sekaligus mendorong inovasi pendidikan kepramukaan agar semakin relevan, menarik, dan berdampak bagi generasi muda.

Mengusung tema “Pembina Pramuka Unggul Produktif Berdampak”, kursus ini menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia kepramukaan melalui pengembangan kemampuan pedagogis, metodologi pelatihan, serta pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Kak Dr. H. Sopingi, A.P., M.M., menegaskan bahwa tantangan utama Gerakan Pramuka saat ini adalah kemampuan untuk terus berinovasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, perubahan zaman menuntut Gerakan Pramuka untuk mengembangkan pendekatan pendidikan yang mampu mempertahankan relevansi dan daya tariknya bagi generasi muda.

“Tantangan gerakan pramuka saat ini adalah ada pada bagaimana inovasi terus dilakukan, mengimbangi perkembangan era tekhnologi yang makin pesat, dan sehingganya gerakan pramuka terus bisa diminati oleh generasi muda,” ujar Kak Sopingi.

Dalam konteks tersebut, peningkatan kualitas pelatih pembina menjadi salah satu kebutuhan mendasar. Pelatih memiliki peran strategis dalam mengembangkan kompetensi para pembina yang berinteraksi langsung dengan peserta didik melalui berbagai kegiatan pendidikan kepramukaan.

Kualitas pelatih diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap kualitas pembinaan, mulai dari penguasaan metodologi pendidikan, kemampuan mengelola kegiatan, hingga pengembangan pengalaman belajar yang menarik, menantang, dan memiliki nilai pendidikan.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, KPD Kwarda Jawa Timur dirancang menggunakan pendekatan andragogi atau pendidikan orang dewasa melalui sistem pembelajaran segmental dengan tahapan DORA. Pendekatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mengembangkan pengalaman, serta mengasah kemampuan melalui kegiatan yang berorientasi pada praktik dan hasil.

Pelaksanaan kursus mengintegrasikan enam metode utama, yakni Metode Kepramukaan, Experiential Learning, Active Learning, permainan, projek, serta pendekatan berbasis kinerja dan hasil. Perpaduan metode tersebut diarahkan untuk menciptakan proses pendidikan yang tidak hanya menekankan pemahaman konseptual, tetapi juga kemampuan peserta menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam konteks kepelatihan.

Melalui Experiential Learning, peserta memperoleh kesempatan mengembangkan pemahaman melalui pengalaman belajar, sedangkan Active Learning menekankan keterlibatan aktif peserta dalam membangun pengetahuan dan keterampilan. Penggunaan permainan dan projek turut memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik serta menantang, sejalan dengan karakteristik pendidikan kepramukaan.

Pendekatan berbasis kinerja dan hasil juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran untuk menekankan kemampuan peserta menunjukkan kompetensi yang dikembangkan selama mengikuti kursus.

Penguatan kompetensi pelatih melalui KPD merupakan bagian dari kebutuhan pendidikan kepramukaan yang berjenjang dan berkesinambungan. Pendidikan bagi orang dewasa perlu terus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan pelatih pembina Pramuka di Jawa Timur, sekaligus mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan kepramukaan.

Secara fundamental, pendidikan kepramukaan merupakan proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia melalui penghayatan serta pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Proses pendidikan ini diarahkan untuk membentuk generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.

Selain itu, pendidikan kepramukaan memiliki tujuan membentuk kader bangsa yang memiliki kecakapan hidup, berkomitmen menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Dengan tujuan yang demikian luas, keberadaan pelatih yang kompeten menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan pendidikan kepramukaan. Penguatan kapasitas pelatih tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai kepramukaan dapat diterjemahkan menjadi pengalaman pendidikan yang bermakna bagi peserta didik.

Penyelenggaraan KPD ini sekaligus mencerminkan perhatian Kwarda Jawa Timur terhadap pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pengembangan pendidikan kepramukaan. Melalui penguatan kompetensi 40 calon pelatih, kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas kepelatihan di lingkungan Gerakan Pramuka Jawa Timur.

Di tengah percepatan perkembangan teknologi, inovasi dalam pendidikan kepramukaan menjadi kebutuhan untuk memastikan Gerakan Pramuka tetap memiliki daya tarik sekaligus mempertahankan perannya sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda.

Pusdatin Kwarda Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *