SURABAYA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui penguatan sinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional dalam mengembangkan berbagai program sosial, kemanusiaan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Dalam pertemuan bersama Baznas, Kwarda Jatim menyampaikan sejumlah program unggulan Gerakan Pramuka, yang turut diperkuat oleh Kak Basuki Babussalam, Kak Bambang Suyanto, Kak Masul Hadi, dan Kak Yusya Giri Pangestu. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghubungkan kekuatan jaringan Pramuka dengan jaringan Baznas yang telah tersebar hingga tingkat kabupaten/kota di Jawa Timur.
Sinergi tersebut juga menjadi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Baznas dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kesepakatan di tingkat nasional tersebut selanjutnya akan didorong untuk ditindaklanjuti di tingkat daerah melalui kerja sama yang lebih konkret dan terukur.
Salah satu agenda yang telah disiapkan adalah program 1.000 kacamata gratis bagi guru yang direncanakan berlangsung pada 11 Oktober 2026. Program sosial tersebut digagas dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur sekaligus Hari Penglihatan Dunia.
Program ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan sosial sesaat, tetapi menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap para guru yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi bangsa. Melalui bantuan kacamata, para guru diharapkan dapat menjalankan aktivitas mengajar dengan lebih nyaman dan optimal.
Dari MoU Menuju Aksi Nyata
Kwarda Jatim dan Baznas juga menekankan pentingnya memastikan setiap kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Setiap kesepakatan perlu diikuti dengan rencana tindak lanjut yang jelas, lengkap, dan terukur, sehingga kerja sama benar-benar menghasilkan program yang dapat dirasakan masyarakat.
Prinsipnya sederhana: semakin banyak kerja sama, semakin banyak pula manfaat yang dapat diberikan.
Karena itu, setiap MoU diharapkan dapat diterjemahkan menjadi berbagai program kolaboratif sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing daerah.
Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah menjadikan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur sebagai salah satu titik awal pendirian Unit Pengumpul Zakat (UPZ). UPZ tersebut nantinya diarahkan untuk menjadi wadah pengumpulan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan dan memiliki landasan hukum.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam membangun budaya kepedulian dan gotong royong, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berkontribusi melalui zakat, infak, dan sedekah.
Sinergi untuk Kemanusiaan dan Lingkungan
Kolaborasi Kwarda Jatim dan Baznas juga dapat diarahkan pada program-program yang selama ini menjadi perhatian Gerakan Pramuka, termasuk Nawa Pradana, yang di dalamnya terdapat program bedah rumah dan pelestarian lingkungan.
Program bedah rumah menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Sementara pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjaga alam dan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.
Tak berhenti di sana, Baznas juga tengah merancang pembentukan Baznas Tanggap Bencana, yang akan melibatkan unsur relawan. Gagasan ini membuka peluang besar bagi sinergi dengan Gerakan Pramuka yang memiliki tradisi kerelawanan, kesiapsiagaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi tersebut, relawan dapat dipersiapkan untuk membantu masyarakat dalam berbagai situasi kebencanaan, mulai dari edukasi dan mitigasi hingga dukungan pada masa tanggap darurat dan pemulihan.
Saat ini, draft MoU antara Kwarda Jatim dan Baznas masih dalam proses penyusunan, dengan rancangan awal disiapkan oleh Kwarda Jatim. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bentuk kerja sama, program prioritas, serta rencana tindak lanjut dapat tersusun secara jelas.
Pada akhirnya, sinergi Kwarda Jatim dan Baznas bukan sekadar tentang membangun sebuah kesepakatan, tetapi tentang mengubah kesepakatan menjadi gerakan nyata.
Dari Pramuka untuk masyarakat, dari zakat dan kepedulian menjadi kebermanfaatan. Ketika kekuatan jaringan Pramuka bertemu dengan kekuatan filantropi Baznas, semakin banyak ruang pengabdian yang dapat dibuka untuk membantu sesama.
Pusdatin Kwarda Jatim