BANYUWANGI – Semangat memperkuat ketahanan pangan Jawa Timur kembali diwujudkan melalui Panen Raya Jagung Kuartal III yang digelar di Pusat Pelatihan Pertanian Taruna Bhumi, Kawasan Green Farm Banyuwangi, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan pertanian sekaligus menumbuhkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap dunia pertanian.

Panen raya dipimpin langsung oleh Irjen Pol. Drs. Anang Afianto, M.Si., Kapolda Jawa Timur, sebagai bentuk nyata sinergi antara Polda Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan pangan.

Hadir pula Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi, serta Gus Abdullah Azwar Anas, mantan Menteri PANRB RI yang juga merupakan putra Banyuwangi. Kegiatan ini turut diikuti para Ketua dan Pengurus DPC HKTI se-Jawa Timur, praktisi dan akademisi bidang pertanian dan peternakan, tokoh masyarakat, serta para pelaku lintas sektor agribisnis.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, H. M. Arum Sabil, SP., SH., M.KL. menyampaikan bahwa panen raya bukan sekadar kegiatan memanen hasil pertanian. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kesadaran, pengetahuan, dan karakter generasi muda melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Dari tanah yang dirawat dengan ilmu, kerja keras, dan kebersamaan, hari ini kita memanen bukan hanya jagung, tetapi juga harapan untuk masa depan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Menurut Kak Arum Sabil, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu hal yang membanggakan dalam kegiatan tersebut. Siswa-siswi SMAN Taruna Bhayangkara turut terlibat secara aktif, mulai dari mengenal tanaman, memahami proses budidaya, hingga menyaksikan secara langsung proses panen.

Pengalaman tersebut dinilai penting karena membangun pertanian tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Pengetahuan mengenai pertanian perlu diwariskan melalui praktik, pengalaman, dan keteladanan.

“Pertanian tidak cukup hanya melalui teori, tetapi juga harus diwariskan melalui pengalaman dan keteladanan,” tegasnya.

Pusat Pelatihan Pertanian Taruna Bhumi di Kawasan Green Farm Banyuwangi diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi untuk mengembangkan pertanian yang produktif sekaligus membangun karakter generasi muda.

Melalui kegiatan ini, semangat yang dibangun bukan hanya bagaimana menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga bagaimana menanamkan nilai ilmu pengetahuan, kerja keras, gotong royong, kemandirian, serta kecintaan terhadap bumi.

“Di sini kita ingin menanam lebih dari sekadar jagung. Kita menanam ilmu, karakter, gotong royong, kemandirian, dan kecintaan kepada bumi,” kata Kak Arum Sabil.

Panen Raya Jagung Kuartal III menjadi bukti bahwa ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, petani, akademisi, hingga pelaku agribisnis menjadi kekuatan penting untuk membangun sektor pertanian yang berkelanjutan.

Dari Banyuwangi, Jawa Timur kembali meneguhkan komitmennya untuk terus bergerak bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

Menanam dengan ilmu, memanen dengan syukur, dan bergerak bersama untuk Indonesia yang berdaulat pangan. Dari Jawa Timur, untuk Indonesia. Salam Tani Makmur.

Pusdatin Kwarda Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *